Luas Greenland 3 Kali Pulau Kalimantan, Populasinya hanya 57.000 Jiwa
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wilayah Greenland belakangan menjadi bahan pembicaraan global seiring dinamika geopolitik di kawasan Arktik.
Wilayah yang luasnya mencapai jutaan kilometer persegi ini berulang kali disebut dalam wacana keamanan internasional, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyampaikan keinginannya agar Amerika Serikat mengambil alih Greenland.
Di balik perdebatan politik tersebut, Greenland menyimpan fakta geografis dan demografis yang sangat kontras, wilayahnya amat luas, tetapi populasinya sangat kecil.
Greenland dalam Pusaran Isu Geopolitik
Donald Trump beberapa kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan alasan kepentingan keamanan nasional. Pernyataan ini ditolak tegas oleh para pemimpin Greenland maupun Denmark, negara yang menaungi pulau tersebut sebagai wilayah semi-otonom.
Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen, menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk tekanan maupun gagasan aneksasi. Ia menyampaikan bahwa Greenland terbuka terhadap dialog dan pembicaraan, namun harus dilakukan melalui jalur yang sah dan tetap menghormati hukum internasional.
Respons dari Greenland dan Denmark terbilang konsisten. Jens Frederik Nielsen menyebut gagasan penguasaan Greenland oleh Amerika Serikat sebagai fantasi yang harus dihentikan. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk mencaplok wilayah mana pun dalam Kerajaan Denmark.
Ketegangan semakin terasa setelah kunjungan kontroversial Wakil Presiden AS JD Vance, pada Maret 2025. Dalam kunjungannya, ia menuding Denmark kurang berinvestasi dalam perlindungan Greenland.
Situasi memanas lagi ketika Trump menunjuk Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland pada akhir 2025, yang secara terbuka berbicara mengenai kemungkinan menjadikan pulau tersebut bagian dari Amerika Serikat.
Luas Greenland Tiga Kali Luas Pulau Kalimantan
Terlepas dari polemik politik, Greenland dikenal sebagai pulau terbesar di dunia yang bukan merupakan benua. Luas wilayahnya mencapai sekitar 2,16 juta kilometer persegi, setara dengan tiga kali luas Pulau Kalimantan, bahkan sebanding dengan kawasan Eropa Barat.
Pemerintah Denmark menyebut Greenland sebagai pulau terbesar di dunia dengan status wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark. Dengan ukuran sebesar itu, Greenland kerap disalahpahami sebagai benua, padahal secara geografis tetap dikategorikan sebagai pulau.
Kontras terbesar Greenland terletak pada jumlah penduduknya. Populasi Greenland hanya sekitar 56.000 hingga 57.000 jiwa. Angka ini bahkan lebih kecil dibandingkan jumlah penduduk rata-rata satu kelurahan di Jakarta yang bisa mencapai 60.000 hingga 70.000 jiwa.
Greenland memiliki ibu kota bernama Nuuk dengan luas wilayah mencapai sekitar 2.166.086 kilometer persegi. Adapun harapan hidup penduduk Greenland berada di angka sekitar 71 tahun untuk pria dan 76 tahun untuk wanita.
Dengan wilayah yang sangat luas dan penduduk yang sedikit, Greenland menjadi hamparan daratan nyaris tanpa manusia. Kepadatan penduduknya hanya sekitar 0,03 orang per kilometer persegi, menjadikannya salah satu wilayah dengan kepadatan terendah di dunia.
Sekitar 80% wilayah Greenland tertutup lapisan es permanen, sementara hanya 20% yang dapat dihuni. Kondisi ini menjadikan Greenland sebagai wilayah terbesar kedua di dunia yang tertutup es setelah Antartika.
Sebagian besar wilayahnya tidak berpenghuni sama sekali. Bahkan di ibu kota Nuuk, masih tersedia ruang luas yang memberikan kesan sepi dibandingkan kota-kota besar dunia.
Menariknya, hampir seluruh kota dan permukiman Greenland terletak di pesisir. Hal ini disebabkan hanya bagian pinggiran pulau yang bebas dari salju selama musim panas. Greenland hanya memiliki satu kota yang tidak berada di pesisir, yaitu Kangerlussuaq, yang berarti fjord besar.
Iklim Arktik menjadi faktor utama minimnya populasi Greenland. Pada musim dingin, suhu dapat mencapai minus 32 derajat celsius. Kondisi ekstrem ini membatasi aktivitas manusia dan perkembangan permukiman.
Karena iklim yang keras, sebagian besar penduduk Greenland menetap di wilayah pesisir dalam bentuk kota dan permukiman kecil. Secara historis, perikanan dan perburuan menjadi penopang utama kehidupan karena musim panas yang sangat singkat.
Pertanian hampir tidak mungkin dilakukan, kecuali di wilayah paling selatan. Di kawasan tersebut, peternakan domba menjadi salah satu aktivitas ekonomi yang relatif berkembang.
Hubungan Panjang Greenland dan Denmark
Greenland dan Denmark terpisah jarak sekitar 3.532 kilometer. Meski demikian, keduanya terhubung secara politik dan budaya selama lebih dari seribu tahun.
Greenland berstatus koloni Denmark hingga 1953, sebelum kemudian didefinisikan ulang sebagai bagian dari Denmark dengan otonomi yang lebih luas.
Saat ini, Greenland merupakan wilayah dependensi Denmark yang memiliki pemerintahan sendiri serta parlemen lokal. Secara geografis, Greenland berada di benua Amerika Utara, namun secara politik dan budaya lebih dekat dengan Eropa, khususnya Norwegia dan Denmark sejak abad ke-9.
Denmark menyumbang sekitar dua pertiga dari pendapatan anggaran Greenland. Sementara itu, sebagian besar pendapatan lokal berasal dari sektor perikanan.
Di sisi lain, potensi cadangan minyak, gas, dan mineral tanah jarang menarik minat perusahaan eksplorasi. Pemanasan global memang menyebabkan mencairnya lapisan es Greenland, tetapi pada saat yang sama membuka akses lebih luas terhadap sumber daya alam tersebut.
Greenland memiliki arti strategis bagi Amerika Serikat sejak lama. Pada era Perang Dingin, AS mendirikan pangkalan radar di Thule. Kini, dengan mencairnya es di sekitar Greenland, peluang terbukanya jalur perdagangan baru meningkatkan nilai strategis kawasan Arktik secara keseluruhan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




