50.000 Warga Palestina Tembus Barikade Israel untuk Tarawih di Al-Aqsa
Senin, 23 Februari 2026 | 17:27 WIB
Yerusalem, Beritasatu.com – Di bawah pengawasan ketat militer, sekitar 50.000 jemaah Palestina memadati kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih pada Minggu (22/2/2026) malam. Momentum ini menandai kekusyukan ibadah di tengah eskalasi ketegangan yang menyelimuti wilayah pendudukan.
Pemerintah Provinsi Yerusalem melaporkan bahwa gelombang jemaah tetap mengalir meski harus melewati pos pemeriksaan militer Israel yang berlapis. Pemeriksaan identitas secara ketat dilakukan di setiap gerbang masuk menuju salah satu situs tersuci umat Islam tersebut.
Ibadah Ramadan tahun ini berlangsung dalam suasana yang penuh tekanan. Warga Palestina di Tepi Barat tidak hanya menghadapi prosedur keamanan yang kaku, tetapi juga ancaman serangan dari pemukim serta penggerebekan rutin oleh tentara Israel.
Kantor berita Wafa melaporkan bahwa otoritas Israel telah mengeluarkan perintah larangan masuk ke Masjid Al-Aqsa bagi lebih dari 300 warga Yerusalem selama bulan suci ini.
Guna mengontrol jumlah massa, pasukan Israel meningkatkan kehadiran personel militer dan memberlakukan kriteria usia yang sangat terbatas bagi warga yang ingin beribadah. Akses ke Masjid Al-Aqsa dibatasi hanya untuk:
- Anak-anak: Di bawah usia 12 tahun.
- Pria: Di atas usia 55 tahun.
- Wanita: Di atas usia 50 tahun.
Sejak awal Ramadan pada hari Rabu (18/2/2026) lalu, ribuan warga Palestina terlihat mengantre panjang di berbagai pos pemeriksaan utama, termasuk pos Qalandiya dan Bethlehem. Mereka bertahan selama berjam-jam dengan harapan dapat menunaikan salat di kiblat pertama umat Islam tersebut.
Meski dibatasi, semangat jemaah tidak surut. Salah seorang warga yang berhasil masuk mengungkapkan rasa syukurnya meski harus melewati proses yang melelahkan.
"Antreannya luar biasa panjang, pemeriksaan identitasnya juga bikin deg-degan. Namun ya bagaimana lagi, ini panggilan hati untuk tetap Tarawih di Al-Aqsa," ungkap salah satu jemaah yang tidak ingin disebutkan namanya demi alasan keamanan.
Hingga saat ini, situasi di area kompleks Masjid Al-Aqsa dilaporkan tetap terkendali tetapi sangat fluktuatif, seiring dengan kehadiran militer yang terus bersiaga di setiap sudut kota tua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




