ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Araghchi: Iran Hanya Incar Target AS, Bukan Saudara di Teluk Persia

Minggu, 1 Maret 2026 | 21:33 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi (AP Photo/Khalil Hamra)

Teheran, Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan klarifikasi tegas mengenai arah serangan balasan yang dilancarkan negaranya. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Araghchi menekankan bahwa operasi militer Teheran secara spesifik ditujukan kepada instalasi militer Amerika Serikat (AS), bukan kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Pernyataan ini muncul menyusul kekhawatiran global akan meluasnya konflik setelah rentetan rudal Iran terdeteksi melintasi wilayah udara beberapa negara sekutu AS di kawasan tersebut pada akhir Februari 2026.

Araghchi memastikan bahwa hubungan diplomatik antara Iran dengan negara-negara di seberang Teluk Persia tetap menjadi prioritas utama. Ia membantah adanya niat permusuhan terhadap sesama negara Muslim di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak memiliki masalah dengan negara-negara di seberang Teluk Persia, kami memiliki hubungan persahabatan dan hubungan bertetangga yang baik dengan mereka semua dan kami bertekad untuk melanjutkan hubungan ini," ujar Araghchi dalam wawancaranya.

Ia menambahkan bahwa aksi militer yang dilakukan Teheran murni merupakan bentuk respons atas provokasi Washington. "Apa yang kami lakukan sebenarnya adalah tindakan membela diri dan pembalasan atas agresi Amerika terhadap kami. Kami tidak menyerang saudara-saudara kami di Teluk Persia, kami tidak menyerang tetangga kami, tetapi kami menyerang target-target Amerika," tegasnya.

Salah satu poin krusial yang disoroti Araghchi adalah inkonsistensi sikap Amerika Serikat dalam proses negosiasi. Ia mengecam keras langkah Washington yang memilih opsi serangan fisik saat pembicaraan diplomatik sebenarnya masih diupayakan.

Menurut Araghchi, Iran tetap menaruh harapan pada meja perundingan, tetapi tindakan AS dinilai telah mencederai iktikad baik tersebut. "Iran selalu terbuka terhadap diplomasi, tidak seperti Amerika, yang menyerang kami untuk kedua kalinya selama negosiasi," ungkapnya dengan nada kritis.

Pernyataan Araghchi ini dipandang sebagai upaya "pembersihan nama" di mata dunia internasional agar Iran tidak dikucilkan oleh negara-negara Arab di sekitarnya. Meskipun begitu, realitas di lapangan menunjukkan dampak yang berbeda. Jatuhnya puing-puing rudal di Kuwait dan Bahrain tetap memicu ketegangan diplomatik baru bagi Teheran.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Ajukan Syarat untuk Akhiri Perang, Apa Saja?

Iran Ajukan Syarat untuk Akhiri Perang, Apa Saja?

INTERNASIONAL
Menlu Iran: Unit Militer Bertindak Independen

Menlu Iran: Unit Militer Bertindak Independen

INTERNASIONAL
Araghchi Isyaratkan Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran dalam 48 Jam

Araghchi Isyaratkan Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran dalam 48 Jam

INTERNASIONAL
Menlu Iran Ragu Israel Akan Hormati Gencatan Senjata Gaza

Menlu Iran Ragu Israel Akan Hormati Gencatan Senjata Gaza

INTERNASIONAL
Iran Ultimatum AS, Campur Tangan ke Israel Akan Jadi Bencana

Iran Ultimatum AS, Campur Tangan ke Israel Akan Jadi Bencana

INTERNASIONAL
Israel Gagal Bunuh Menlu Iran Abbas Araghchi

Israel Gagal Bunuh Menlu Iran Abbas Araghchi

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT