AS–Inggris Evakuasi Warganya di Timur Tengah
Rabu, 4 Maret 2026 | 12:05 WIB
London, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) dan Inggris meningkatkan langkah antisipasi di kawasan Timur Tengah dengan mengevakuasi bagi warga negaranya, termasuk di Siprus dan Oman menyusul eskalasi konflik regional.
Departemen Luar Negeri AS seperti dilaporkan The New York Times, pada Rabu (4/3/2026) WIB, mengumumkan pegawai pemerintah nondarurat dan keluarga pegawai pemerintah di Siprus diizinkan meninggalkan negara tersebut karena meningkatnya risiko keamanan. Otoritas Siprus berada dalam status siaga tinggi setelah sebuah drone buatan Iran jatuh di pangkalan militer Inggris di wilayah itu.
Melansir dari The Guardian, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan London mengerahkan kapal perang dan helikopter dengan kemampuan antidrone untuk membantu mempertahankan Siprus dari potensi ancaman lanjutan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Inggris memprioritaskan evakuasi warga paling rentan yang berada di Oman. Pemerintah Inggris akan menghubungi langsung warga negaranya di negara tersebut terkait proses pemulangan.
Warga Inggris yang sebelumnya mendaftarkan keberadaannya di Uni Emirat Arab namun kini berada di Oman diminta segera mendaftar untuk mendapatkan kursi penerbangan evakuasi. Otoritas juga mengimbau agar warga tidak datang ke Muscat International Airport kecuali telah dihubungi pejabat resmi.
Sekitar 130.000 warga Inggris tercatat telah mendaftarkan keberadaan mereka di kawasan Timur Tengah kepada Kementerian Luar Negeri sebagai bagian dari rencana kontingen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




