Israel Klaim Bunuh Ali Larijani, Iran Belum Beri Konfirmasi
Selasa, 17 Maret 2026 | 17:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru menyusul laporan yang bertolak belakang mengenai nasib Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung Iran, Ali Larijani. Dikutip Reuters, Selasa (17/3/2026), Menteri Pertahanan Israel, Katz, secara terbuka mengeklaim bahwa Larijani telah tewas dalam operasi militer terbaru. Namun, klaim ini disambut dengan skeptisisme oleh sejumlah pihak karena belum adanya bukti fisik yang dirilis secara resmi oleh otoritas terkait.
Reuters melaporkan bahwa militer Israel memang menjadikan Larijani sebagai target utama dalam serangan udara besar-besaran di Iran semalam. Meskipun demikian, menurut empat pejabat yang dikutip oleh Reuters, hasil dari operasi tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Mereka menyatakan bahwa saat ini "belum segera jelas apakah dia tewas atau terluka" akibat ledakan tersebut.
Pemerintah Iran sendiri hingga saat ini masih memilih untuk bungkam dan "belum memberikan komentar atas laporan tersebut". Sikap diam Teheran ini justru semakin mempertebal misteri, mengingat posisi Larijani yang sangat krusial dalam hierarki kekuasaan Iran.
Jika kabar kematiannya benar, Larijani akan menjadi "pejabat senior Iran yang paling tinggi kedudukannya yang tewas setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei", yang gugur pada hari pertama perang.
Di sisi lain, Al Jazeera menyebut militer Israel tampak jauh lebih percaya diri dengan klaim kemenangan mereka. Melalui unggahan di media sosial X pada hari Selasa, mereka mengeklaim tidak hanya membunuh Larijani, tetapi juga telah melenyapkan figur penting lainnya, yaitu Gholam Reza Soleimani, komandan unit Basij.
Pihak militer menyatakan bahwa operasi tersebut "dipandu oleh intelijen militer yang presisi, di mana Angkatan Udara melakukan serangan terarah kemarin di jantung kota Teheran". Klaim terhadap Soleimani, yang telah menjabat sebagai komandan Basij selama enam tahun terakhir, disebut bertujuan untuk mematahkan ketahanan internal Iran.
Namun, sama seperti kasus Larijani, pihak Teheran juga "belum mengonfirmasi klaim ini". Hal ini membuat publik internasional terus berspekulasi mengenai efektivitas sebenarnya dari serangan udara Israel di pusat kota Teheran tersebut di tengah kacaunya arus informasi.
Ali Larijani sendiri adalah sosok yang memiliki rekam jejak panjang sebagai wajah diplomasi dan keamanan Iran. Selain menjabat sebagai sekretaris dewan keamanan, ia pernah memimpin negosiasi nuklir dengan negara-negara Barat dan menjadi Ketua Parlemen. Terakhir kali ia terlihat di publik adalah pada hari Jumat, 13 Maret 2026 lalu saat menghadiri pawai hari al-Quds, di mana ia berdiri "bersama dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian".
Situasi ini semakin pelik karena Amerika Serikat sebelumnya juga telah memasukkan nama Larijani dalam daftar buruan utama. AS menawarkan imbalan hingga "10 juta dolar untuk informasi mengenai pejabat senior militer dan intelijen Iran, termasuk Larijani". Hal ini menunjukkan betapa berharganya sosok Larijani di mata lawan-lawan politik Iran sebagai bagian dari daftar tokoh yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




