Serangan Israel di Teheran Tewaskan Ali Larijani, Ini Dampaknya
Jumat, 20 Maret 2026 | 03:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Iran menyatakan politikus senior Ali Larijani tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS)-Israel saat berada di kawasan pinggiran Teheran pada Selasa (17/3/2026). Kematian tokoh kunci ini terjadi di tengah konflik terbuka Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang kian memanas.
Peristiwa ini tidak hanya menandai hilangnya figur penting dalam struktur kekuasaan Iran, tetapi juga memicu kekhawatiran global terkait potensi eskalasi konflik menjadi perang skala besar.
Ali Larijani dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Iran. Ia menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi sejak 2025 dan sebelumnya pernah menjadi ketua Parlemen Iran selama lebih dari satu dekade.
Menariknya, setelah kematian Ali Khamenei pada awal konflik 2026, Larijani disebut-sebut sebagai pemimpin de facto Iran yang mengendalikan strategi militer dan politik negara.
Perannya mencakup koordinasi kebijakan keamanan nasional, menjadi negosiator utama dalam isu nuklir, serta penghubung antara militer dan elite politik. Dengan latar belakang di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pengalaman diplomatik, Larijani menjadi figur sentral dalam menghadapi tekanan Barat.
Kronologi Kematian Ali Larijani
Kematian Ali Larijani terjadi pada 17 Maret 2026 di Teheran dalam serangan udara yang dilaporkan dilakukan oleh Israel.
Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa Larijani tewas bersama putranya dan sejumlah pengawal. Serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye Israel yang menargetkan elite Iran.
Sejumlah laporan internasional juga menyebut adanya keterlibatan gabungan Amerika Serikat dan Israel dalam operasi tersebut.
Kantor Perdana Menteri Israel dalam pernyataannya menyebut Benjamin Netanyahu telah memerintahkan eliminasi pejabat senior rezim Iran.
Pada hari yang sama, Amerika Serikat juga menawarkan hadiah hingga US$ 10 juta untuk informasi terkait pejabat militer dan intelijen senior Iran, termasuk Larijani, sebagai bagian dari daftar tokoh yang terkait dengan IRGC.
Saat kabar dirinya menjadi target mulai beredar, seorang pejabat senior Israel mengatakan, “Tidak ada kemungkinan dia selamat dari serangan ini”.
Awalnya sempat terjadi ketidakpastian mengenai nasib Larijani. Namun, dalam hitungan jam, Iran memastikan ia telah gugur akibat serangan udara presisi tinggi yang menargetkan lokasi strategis di Teheran.
Menurut laporan, Larijani menjadi pejabat Iran paling senior yang tewas sejak awal perang, setelah sebelumnya Ali Khamenei juga dilaporkan terbunuh dalam serangan serupa.
Dilaporkan The Guardian, Donald Trump turut menyinggung kematian tersebut tanpa menyebut nama secara langsung
“Para pemimpin mereka telah tiada,” kata Trump.
“Itu kelompok yang jahat. Maksud saya, mereka telah membunuh lebih dari 32.000 orang. Dan orang yang bertanggung jawab atas hal itu juga tewas kemarin," tambahnya.
Dampak Kematian Ali Larijani bagi Iran
Kematian Larijani membawa implikasi besar terhadap stabilitas internal Iran. Meski tidak memenuhi syarat sebagai pemimpin tertinggi karena bukan ulama Syiah, ia dikenal sebagai penasihat utama dan figur yang menjalankan pemerintahan di tengah tekanan militer.
Larijani berperan sebagai penghubung antara militer dan elite politik. Kehilangannya menciptakan kekosongan kekuasaan (vacuum of power) di saat Iran tengah menghadapi konflik bersenjata.
Ia juga dikenal sebagai arsitek kebijakan keamanan dan nuklir Iran. Tanpa kehadirannya, koordinasi strategis berpotensi terganggu. Selain itu, kematian beruntun tokoh elite memperlihatkan kerentanan Iran terhadap serangan eksternal dan memperburuk tekanan psikologis nasional.
Kematian Larijani juga diperkirakan akan memperkuat dominasi IRGC dalam struktur politik Iran. Dilaporkan, mantan komandan IRGC Mohsen Rezaee telah diangkat sebagai penasihat militer bagi pemimpin tertinggi yang baru.
Ancaman Balasan Iran
Segera setelah kematian Larijani, pejabat militer Iran melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Panglima militer Iran, Amir Hatami menyatakan akan melancarkan pembalasan yang “tegas dan disesalkan” atas serangan tersebut.
Sebelumnya, Larijani sendiri pernah menegaskan Iran tidak akan membiarkan musuhnya “tenang” setelah kematian para pemimpinnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa respons militer bukan sekadar kemungkinan, melainkan bagian dari strategi resmi negara.
Dengan dikonfirmasinya kematian Larijani, jumlah pejabat senior Iran yang tewas akibat serangan Israel sejak awal konflik terbaru kini mencapai 10 orang. Situasi ini semakin mempertegas eskalasi konflik Iran-Israel yang berpotensi meluas dan mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




