Diklaim Israel Tewas, Ali Larijani Tiba-tiba Unggah Status di Medsos
Selasa, 17 Maret 2026 | 18:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kabut ketidakpastian menyelimuti nasib Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung Iran, Ali Larijani. Hanya beberapa menit setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa Larijani telah tewas dalam serangan udara di jantung kota Teheran, sebuah unggahan mengejutkan muncul dari akun resmi X milik sang pejabat.
Unggahan ini memicu perdebatan global mengenai apakah pesan tersebut merupakan "bukti dia masih hidup atau pesan terakhir" yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dalam unggahan tersebut, terdapat sebuah foto catatan tulisan tangan Larijani dalam bahasa Persia yang memberikan penghormatan kepada personel Angkatan Laut yang gugur akibat serangan torpedo AS pekan lalu.
Dikutip WION, Selasa (17/3/2026), Larijani menulis bahwa pengorbanan mereka adalah sumber kekuatan bagi militer Iran, menyatakan bahwa "ingatan mereka akan selalu tersimpan di hati bangsa Iran, dan kesyahidan ini akan memperkuat fondasi Angkatan Republik Islam selama bertahun-tahun ke depan."
Pesan emosional ini muncul tepat saat kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membagikan foto yang menunjukkan sang PM tengah memberikan perintah untuk melenyapkan pejabat senior rezim Iran. Meskipun Israel tampak sangat yakin dengan klaim kemenangan mereka, kantor berita Reuters melaporkan sudut pandang yang lebih skeptis. Mengutip sumber intelijen, Reuters menyatakan bahwa "tidak segera jelas apakah dia tewas atau terluka" karena tidak adanya konfirmasi fisik dari lokasi ledakan.
Sikap diam pemerintah Iran hingga saat ini semakin memperkeruh situasi. Tanpa adanya pengumuman resmi dari Teheran, publik internasional hanya bisa merujuk pada kemunculan terakhir Larijani di hadapan publik pada Jumat, 13 Maret 2026 lalu saat pawai Hari Al-Quds. Saat itu, ia sempat berbicara kepada media dan menyebut serangan musuh sebagai tanda "keputusasaan". Ia bahkan menyindir Donald Trump dengan mengatakan bahwa "semakin dia menekan, semakin kuat tekad bangsa ini."
Selain nasib Larijani, Israel juga mengeklaim telah membunuh Gholam Reza Soleimani, komandan unit paramiliter Basij. Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut "dipandu oleh intelijen militer yang presisi" untuk menyerang pusat komando di Teheran. Namun, senada dengan kasus Larijani, klaim terhadap Soleimani ini juga belum mendapatkan verifikasi independen maupun pengakuan dari pihak Iran.
Bagi Amerika Serikat, sosok Larijani adalah target bernilai sangat tinggi. AS bahkan sempat menawarkan imbalan hingga "10 juta dolar untuk informasi mengenai pejabat senior militer dan intelijen Iran, termasuk Larijani." Sebagai mantan negosiator nuklir dan sekutu dekat mendiang Ayatollah Khamenei, kematian Larijani—jika terkonfirmasi—akan menjadi kehilangan terbesar bagi struktur kekuasaan Iran sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




