ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bantah Trump, Israel Sebut AS Diam-diam Tahu Serangan ke South Pars

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:03 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Fasilitas ladang gas South Pars.
Fasilitas ladang gas South Pars. (Associated Press/AP Video)

Tel Aviv, Beritasatu.com – Israel dikabarkan membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut AS tidak tahu apa-apa tentang serangan fasilitas gas South Pars Iran pada Rabu (18/3/2026) waktu setempat. 

Sebagai balasan, Iran dilaporkan langsung meluncurkan serangan dengan menargetkan Ras Laffan, pabrik gas alam cair terbesar di dunia yang berlokasi di Qatar.

Mengutip laporan New York Times, Jumat (20/3/2026), tiga pejabat Israel yang diberi pengarahan tentang serangan South Pars mengatakan AS sebenarnya telah diberitahu sebelum serangan itu.  Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar dari media terkait pernyataan para pejabat tinggi Israel tersebut. 

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Trump lantang mengeklaim ia tidak mengetahui apa pun terkait rencana Israel menyerang ladang gas South Pars, bagian dari cadangan gas alam terbesar di dunia tersebut yang pengelolaannya dibagi antara Iran bersama dengan Qatar. 

"AS tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus ini, dan Qatar sama sekali tidak terlibat di dalamnya, dan mereka juga tidak tahu bahwa serangan itu akan terjadi," tulis Trump di akun media sosial resminya, Truth Social.

Trump menegaskan tidak akan ada lagi serangan serupa terhadap fasilitas tersebut, kecuali Iran berani mengambil langkah yang dinilai provokatif. Ia memperingatkanm jika Iran menyerang Qatar, maka AS akan meresponsnya dengan kekuatan penuh.

"Jika Iran menyerang Qatar, AS, dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan Israel, akan meledakkan seluruh ladang gas South Pars dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat atau disaksikan Iran sebelumnya,” tegas Trump. 

Trump menambahkan ia tidak menginginkan eskalasi kekerasan karena dampak jangka panjangnya terhadap Iran. Namun, ia menekankan, AS tidak akan ragu untuk membalas jika infrastruktur energi Qatar menjadi target serangan Iran berikutnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon