Paus Leo Serukan Perdamaian Dunia dalam Malam Paskah Perdana
Minggu, 5 April 2026 | 10:44 WIB
Kota Vatikan, Beritasatu.com — Paus Leo XIV memimpin perayaan malam Paskah pertamanya di Kota Vatikan pada Sabtu (4/4/2026) malam waktu setempat dengan membawa lilin besar menyala memasuki Basilika Santo Petrus yang gelap. Dalam perayaan tersebut, ia mengajak umat Kristen di seluruh dunia menjadikan Paskah sebagai momentum membangun harmoni dan perdamaian di tengah berbagai konflik internasional.
Perayaan Paskah bagi umat Kristen menandai kemenangan Kristus atas kematian melalui kebangkitan setelah penyaliban. Saat memulai liturgi dengan menyalakan lilin sebelum memasuki basilika, Paus melantunkan kalimat, “Terang Kristus yang bangkit dalam kemuliaan.”
Prosesi berlangsung khidmat ketika para pembawa lilin menyalakan lilin milik umat di sepanjang lorong utama basilika. Cahaya lilin perlahan memenuhi ruangan hingga lampu utama dinyalakan saat Paus tiba di altar utama bergaya barok, disusul para kardinal yang mengenakan jubah putih.
Dalam homilinya, Paus Leo XIV menggambarkan dosa sebagai “penghalang berat yang menutup kita dan memisahkan kita dari Tuhan, berusaha membunuh firman pengharapan-Nya di dalam diri kita.”
Ia menyamakan dosa dengan batu yang menutup makam Yesus, tetapi akhirnya terguling sebagai tanda kebangkitan.
Menurut Paus, masih banyak “batu” yang melambangkan dosa dan beban manusia masa kini, termasuk ketidakpercayaan, rasa takut, keegoisan, serta kebencian yang sulit disingkirkan.
“Beberapa membebani hati manusia, seperti ketidakpercayaan, ketakutan, keegoisan, dan kebencian; yang lain, yang berasal dari pergumulan batin ini, memutuskan ikatan di antara kita melalui perang, ketidakadilan, dan isolasi bangsa-bangsa dan negara-negara,” ujar Paus.
Ia kemudian menegaskan, “Jangan biarkan diri kita lumpuh olehnya!” seraya mengajak umat beriman berkomitmen agar karunia Paskah berupa harmoni dan perdamaian terus tumbuh di seluruh dunia.
Di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memasuki bulan kedua, serta konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina, Leo XIV kembali menekankan pentingnya penghentian kekerasan. Sebelumnya pada Minggu Palma, ia menyatakan, Tuhan tidak mendengarkan doa dari mereka yang menggunakan nama-Nya untuk membenarkan perang.
Dalam misa tersebut, sesuai tradisi Paskah, Paus juga membaptis 10 orang dewasa yang berasal dari berbagai negara.
Rangkaian Pekan Suci tahun ini menjadi pekan yang padat bagi Leo XIV. Pada Jumat Agung, ia memikul salib selama 14 stasiun Jalan Salib, sesuatu yang belum dilakukan seorang Paus dalam beberapa dekade terakhir.
Sehari sebelumnya pada Kamis Putih, ia membasuh kaki 12 imam dalam ritual tradisional, sekaligus menghidupkan kembali praktik lama yang sempat diubah oleh pendahulunya, Paus Fransiskus, yang melibatkan umat awam dan non-Kristen.
Pada Minggu pagi, Leo XIV dijadwalkan memimpin misa terbuka di Lapangan Santo Petrus sebelum menyampaikan pesan Paskah dan berkat tradisional “Urbi et Orbi” kepada Roma dan dunia, yang biasanya memuat sorotan atas berbagai penderitaan global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




