Balas Trump, Iran Ancam Serang Aset AS di Luar Timur Tengah
Selasa, 7 April 2026 | 22:15 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) memperingatkan akan memperluas serangan hingga ke luar Timur Tengah jika Amerika Serikat (AS) melampaui “garis merah” dalam konflik yang sedang memanas.
Dalam pernyataan resmi, Selasa (7/4/2026), IRGC menegaskan bahwa Washington tidak mampu memperkirakan aset strategis mana yang berada dalam jangkauan serangan Iran. “Tanggapan kami akan meluas melampaui wilayah ini jika militer AS melanggar garis merah,” demikian pernyataan tersebut.
IRGC juga menegaskan bahwa selama ini Iran telah menahan diri demi menjaga hubungan dengan negara-negara tetangga. Namun, sikap tersebut disebut telah berakhir.
“Mitra regional AS harus memahami bahwa pengekangan kami telah dicabut. Kami akan menargetkan infrastruktur AS dan sekutunya serta merampas sumber daya minyak dan gas kawasan ini selama bertahun-tahun,” lanjut pernyataan IRGC.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz paling lambat Selasa (7/4/2026), pukul 20.00 waktu AS atau Rabu (8/4/2026) pagi WIB . Jika tidak dipenuhi, Iran terancam menghadapi serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.
Pada 6 April, Trump bahkan menyatakan bahwa Iran “dapat musnah dalam satu malam” jika ultimatum tersebut diabaikan.
Pemerintah Iran menolak ultimatum tersebut dan memperingatkan bahwa tindakan militer AS dapat memicu eskalasi besar di kawasan. Teheran menyebut langkah gegabah Washington berpotensi menjerumuskan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS dan Israel dilaporkan telah menargetkan infrastruktur strategis serta fasilitas energi Iran. Serangan tersebut dilakukan setelah lebih dari lima minggu pertempuran yang menghantam ribuan target militer.
Meski demikian, serangan terhadap infrastruktur sipil menuai sorotan karena berpotensi melanggar hukum internasional. AS dan Israel berargumen bahwa target tersebut sah karena digunakan untuk mendukung operasi militer Iran.
Sementara itu, Qatar memperingatkan bahwa situasi di Timur Tengah semakin mendekati titik yang tidak terkendali. “Kami menyerukan semua pihak untuk segera mencari solusi guna mengakhiri konflik sebelum terlambat,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




