Pemimpin Tertinggi Iran Ancam Trump Soal Perang di Timur Tengah
Rabu, 4 Februari 2026 | 07:17 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan tegas memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Presiden AS Donald Trump terkait perang di Timur Tengah.
Khamenei memperingatkan setiap serangan oleh AS maka akan memicu perang regional di Timur Tengah. Peringatan tersebut mencuat setelah Trump mengancam akan menyerang Iran secara militer karena dinilai telah bertindak represif terhadap massa dalam aksi unjuk rasa nasional yang meletus pada akhir Desember 2025 tersebut.
"Amerika harus menyadari bahwa jika mereka melancarkan perang kali ini, itu akan menjadi perang regional," kata Khamenei kepada kerumunan orang di kompleks kediamannya di Teheran, dilansir dari AP, Selasa (3/2/2026).
Pria berusia 86 tahun itu menekankan, Iran selama ini tidak pernah menganggu apalagi menyerang negara mana pun, termasuk AS.
“Kami bukanlah penghasut, kami tidak akan bersikap tidak adil kepada siapa pun dan kami tidak berencana untuk menyerang negara mana pun. Tetapi, jika ada yang menunjukkan keserakahan dan ingin menyerang atau mengganggu, bangsa Iran akan memberikan pukulan berat kepada mereka,” tegasnya.
Komentar dari Ayatollah Ali Khamenei yang berusia 86 tahun ini disebut-sebut menjadi ancaman paling vokal yang pernah ia sampaikan sejauh ini.
Sebelumnya, pada awal pekan lalu, AS telah menggerakkan armada perangnya, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang Amerika lainnya berada di Laut Arab, yang dikirim oleh Trump ke sana setelah jatuhnya ribuan korban jiwa dalam aksi unjuk rasa di Teheran.
Namun, hingga berita ini diturunkan masih belum jelas apakah Trump akan menggunakan kekuatan militer. Ia berulang kali mengatakan Iran ingin bernegosiasi dan telah mengangkat program nuklir Iran sebagai isu lain yang ingin ia selesaikan.
Sementara itu, Iran juga telah menggelar latihan militer di Selat Hormuz yang terletak di kawasan strategis Teluk Persia yang merupakan area lalu lintas komersial hampir seluruh perdagangan minyak dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




