Negara Teluk Tolak Rencana Iran Kenakan Biaya di Selat Hormuz
Kamis, 9 April 2026 | 04:00 WIB
Dubai, Beritasatu.com - Negara-negara Arab Teluk menyatakan keprihatinan atas ketidakjelasan status Selat Hormuz dalam kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk wacana pemberlakuan biaya transit oleh Teheran.
Pejabat Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), menegaskan penolakan terhadap setiap perubahan status quo di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital distribusi energi global.
Selat Hormuz merupakan salah satu rute pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi jalur utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar internasional.
Dalam perkembangan terbaru, Iran disebut mempertimbangkan penerapan tarif bagi kapal yang melintas sebagai bagian dari pengaturan baru pascagencatan senjata. Namun, mekanisme dan kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
Wacana tersebut memicu kekhawatiran negara-negara Teluk serta pengguna utama jalur energi global. Mereka menilai perubahan aturan pelayaran berpotensi mengganggu stabilitas distribusi minyak dan gas dunia.
Selain itu, ketidakpastian kebijakan di Selat Hormuz juga dinilai dapat berdampak pada harga energi global serta keamanan rantai pasok internasional.
Situasi ini menegaskan kesepakatan gencatan senjata belum sepenuhnya meredakan ketegangan, terutama terkait pengelolaan jalur perairan strategis yang menjadi kepentingan banyak negara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




