Lawan Hegemoni AS, Kim Jong Un dan China Sepakat Perkuat Aliansi
Sabtu, 11 April 2026 | 17:06 WIB
Pyongyang, Beritasatu.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara tegas menyatakan dukungannya terhadap upaya China dalam membangun "dunia multipolar". Dukungan ini disampaikan Kim saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, di Pyongyang.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026), Kim menegaskan komitmennya untuk memperdalam hubungan bilateral dengan sekutu tradisionalnya tersebut. Melansir KCNA, Sabtu (11/4/2026), Kim menyatakan pemerintahnya mendukung penuh integritas teritorial Beijing berdasarkan "prinsip satu China".
Kim Jong Un menguraikan posisi Korea Utara mengenai berbagai isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama. Menurutnya, pengembangan hubungan berkelanjutan antarkedua negara sangat krusial di tengah lingkungan geopolitik yang kian kompleks.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi membalas dengan menyebut bahwa hubungan kedua negara kini telah memasuki "fase baru". Momentum ini merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan puncak antara Kim Jong Un dan Presiden Xi Jinping tahun lalu.
Wang Yi menekankan pentingnya China dan Korea Utara memperkuat komunikasi dan koordinasi. Langkah ini dinilai perlu untuk menghadapi situasi internasional yang bergejolak dan penuh ketidakpastian.
Pihak Beijing menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan pertukaran serta interaksi guna mendorong kerja sama praktis. Hal ini mencakup berbagai sektor yang dapat memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua negara.
Dengan mengusung gagasan "dunia multipolarisasi", Kim Jong Un berupaya keluar dari isolasi internasional. Ia terus mendorong kebijakan luar negeri yang lebih tegas dengan memperluas aliansi dengan negara-negara yang berkonfrontasi dengan Amerika Serikat (AS).
Meskipun Rusia menjadi prioritas dalam beberapa tahun terakhir, China tetap menjadi sekutu utama tradisional. Beijing berfungsi sebagai jalur ekonomi vital bagi kelangsungan domestik Korea Utara.
Kunjungan Wang Yi ini merupakan yang pertama ke Pyongyang dalam tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, layanan transportasi udara dan kereta api penumpang antara kedua negara juga telah resmi beroperasi kembali setelah sempat terhenti akibat pandemi.
Menariknya, diplomasi ini terjadi menjelang rencana pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Xi Jinping pada Mei mendatang. Sementara itu, Kim Jong Un tetap mempertahankan sikap garis keras dengan menolak dialog bersama AS dan Korea Selatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




