ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Korsel dan Jepang Waspada

Minggu, 19 April 2026 | 10:11 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat mengunjungi lokasi uji peluncuran rudal di Korea Utara.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat mengunjungi lokasi uji peluncuran rudal di Korea Utara. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Pyongyang , Beritasatu.com - Korea Utara kembali meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah laut pada Minggu (19/4/2026) hingga memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas keamanan kawasan. Peluncuran ini terjadi hanya beberapa hari setelah pengawas nuklir internasional memperingatkan peningkatan signifikan dalam program senjata nuklir negara tersebut.

Mengutip AP, militer Korea Selatan menyebut peluncuran dilakukan dari wilayah pesisir timur Sinpo, lokasi strategis yang dikenal sebagai pusat pembangunan kapal selam Korea Utara. Pihak militer langsung meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Pemerintah Korea Selatan juga menggelar rapat darurat Dewan Keamanan Nasional untuk membahas situasi tersebut. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi bahwa rudal-rudal tersebut jatuh di perairan lepas pantai timur Korea Utara dan menyampaikan protes keras kepada Pyongyang.

ADVERTISEMENT

Tokyo menilai peluncuran tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang aktivitas balistik Korea Utara, serta berpotensi mengancam perdamaian regional dan global.

Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian uji coba senjata yang terus dilakukan Korea Utara sepanjang tahun ini. Sebelumnya, pemimpin Kim Jong Un dilaporkan memantau langsung uji coba rudal dari kapal perang, serta pengujian sistem senjata baru termasuk rudal dengan hulu ledak khusus.

Di tengah eskalasi tersebut, Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, mengungkapkan adanya peningkatan pesat aktivitas di fasilitas nuklir Korea Utara. Ia menilai perkembangan tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan produksi senjata nuklir yang sangat serius.

Pengamatan ini memperkuat kekhawatiran bahwa Korea Utara terus memperluas fasilitas nuklirnya, termasuk kompleks Yongbyon dan lokasi pengayaan uranium lainnya.

Sementara itu, dinamika diplomasi masih belum menunjukkan kemajuan berarti sejak pembicaraan antara Korea Utara dan Presiden AS Donald Trump gagal pada 2019.

Meski Trump menyatakan keinginan untuk membuka kembali dialog, Pyongyang tetap menolak syarat pelucutan nuklir sebagai prasyarat negosiasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korea Utara Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Senjata Nuklir

Korea Utara Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Senjata Nuklir

INTERNASIONAL
Korut Tuding AS Picu Ketegangan Asia lewat Pasokan Senjata ke Sekutu

Korut Tuding AS Picu Ketegangan Asia lewat Pasokan Senjata ke Sekutu

INTERNASIONAL
7 Tahun Absen, Presiden China Dikabarkan Akan Kunjungi Korea Utara

7 Tahun Absen, Presiden China Dikabarkan Akan Kunjungi Korea Utara

INTERNASIONAL
Korut Uji Coba Rudal Balistik Berteknologi AI yang Bisa Jangkau Korsel

Korut Uji Coba Rudal Balistik Berteknologi AI yang Bisa Jangkau Korsel

INTERNASIONAL
Asia Timur Memanas, Kim Jong Un Buat Benteng Pertahanan Tak Tertembus

Asia Timur Memanas, Kim Jong Un Buat Benteng Pertahanan Tak Tertembus

INTERNASIONAL
Misteri Kapal Rusia Tenggelam, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korut

Misteri Kapal Rusia Tenggelam, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korut

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon