ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Respons Kritik Donald Trump, Paus Leo: Saya Tidak Takut!

Senin, 13 April 2026 | 17:42 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Paus Leo XIV tiba di Monumen Martir Maqam Echahid di Aljir, Senin, 13 April 2026, pada hari pertama perjalanan apostolik selama 11 hari ke Afrika.
Paus Leo XIV tiba di Monumen Martir Maqam Echahid di Aljir, Senin, 13 April 2026, pada hari pertama perjalanan apostolik selama 11 hari ke Afrika. (AP/AP)

Vatikan, Beritasatu.com –  Paus Leo XIV memberikan respons tegas terhadap serangan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait sikap Vatikan dalam perang AS-Israel di Iran.

Pemimpin Gereja Katolik sedunia kelahiran AS tersebut menegaskan bahwa seruan Vatikan untuk perdamaian dan rekonsiliasi berakar kuat pada Injil. Ia juga menyatakan tidak takut pada pemerintahan Trump.

“Menyamakan pesan saya dengan apa yang diupayakan presiden di sini, menurut saya, berarti tidak memahami pesan Injil,” ujar Paus Leo XIV kepada wartawan di atas pesawat kepausan dalam perjalanan menuju Aljazair, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

Paus pertama asal AS dalam sejarah ini menekankan, seruannya merupakan misi gereja untuk dunia, bukan serangan langsung kepada Trump atau siapa pun.

Teguran ini menyusul kritik Trump pada Minggu (12/4/2026) malam, yang menyebut Paus "tidak melakukan pekerjaan dengan baik" dan "sangat liberal". Trump bahkan meminta Paus berhenti melayani kelompok "Kiri Radikal".

Ketegangan bermula setelah Paus Leo XIV menyarankan adanya "khayalan kemahakuasaan" yang memicu konflik di Iran. Trump membalasnya dengan menyebut Paus "lemah dalam hal kejahatan" dan buruk bagi kebijakan luar negeri AS.

“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir tidak apa-apa bagi Iran memiliki senjata nuklir,” tulis Trump dalam unggahan media sosial yang panjang.

Selain kritik verbal, Trump juga mengunggah foto kontroversial yang menyiratkan dirinya memiliki kekuatan spiritual layaknya santo, dengan cahaya memancar dari jari-jarinya.

Paus Leo XIV sebelumnya menggambarkan retorika perang yang mengancam kehancuran peradaban sebagai hal yang "benar-benar tidak dapat diterima".

Kritik Trump meluas hingga kebijakan di Venezuela dan mengeklaim Paus terpilih hanya karena dirinya adalah presiden AS. "Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," klaim Trump.

Merespons kegaduhan ini, Uskup Agung Paul S Coakley, Presiden Konferensi Uskup Katolik AS, mengaku sedih dengan komentar Trump. Ia menegaskan Paus bukanlah saingan politik, melainkan Wakil Kristus.

Di sisi lain, Trump yang memenangkan 55% suara Katolik pada Pemilu 2024, memiliki hubungan dekat dengan pemimpin Protestan evangelis yang mendukung perang melawan Iran dengan alasan agama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Paus Leo XIV Dukung AS pada Piala Dunia 2026

Paus Leo XIV Dukung AS pada Piala Dunia 2026

SPORT
Paus Leo XIV Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Bukan Perang yang Adil

Paus Leo XIV Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Bukan Perang yang Adil

INTERNASIONAL
Tiba di Spanyol, Paus Leo XIV Soroti Isu Migrasi hingga Perdamaian

Tiba di Spanyol, Paus Leo XIV Soroti Isu Migrasi hingga Perdamaian

INTERNASIONAL
Ensiklik Paus Leo XIV Soroti AI dan Ancaman Perang

Ensiklik Paus Leo XIV Soroti AI dan Ancaman Perang

INTERNASIONAL
Paus Leo XIV Angkat Isu AI dan Era Digital dalam Ensiklik Perdana

Paus Leo XIV Angkat Isu AI dan Era Digital dalam Ensiklik Perdana

INTERNASIONAL
10 Negara dengan Populasi Paling Sedikit 2026, Nomor 1 hanya 500 Jiwa

10 Negara dengan Populasi Paling Sedikit 2026, Nomor 1 hanya 500 Jiwa

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon