ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Blunder Menlu Iran: Cuitan Selat Hormuz Jadi Kado Kemenangan Trump!

Sabtu, 18 April 2026 | 05:00 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Menlu Iran Abbas Araghchi dikritik tajam karena pengumuman pembukaan Selat Hormuz di media sosial dinilai menjadi blunder komunikasi yang dimanfaatkan oleh pihak Amerika Serikat.
Menlu Iran Abbas Araghchi dikritik tajam karena pengumuman pembukaan Selat Hormuz di media sosial dinilai menjadi blunder komunikasi yang dimanfaatkan oleh pihak Amerika Serikat. (X/Twitter/@IranArmyStan)

Jakarta, Beritasatu.com - Dunia diplomasi Iran tengah memanas, namun kali ini tekanan bukan datang dari luar, melainkan dari dalam negeri sendiri. Media pemerintah dan kelompok garis keras Iran melontarkan kritik tajam yang jarang terjadi terhadap Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Protes ini muncul setelah sang Menlu mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz melalui media sosial X (sebelumnya Twitter).

Kontroversi bermula pada Jumat (17/7/2026) kemarin ketika Araghchi mengunggah pernyataan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya bagi kapal komersial. Langkah ini dilakukan sejalan dengan kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung di Lebanon. Araghchi menyatakan bahwa kapal-kapal kini boleh melintas melalui rute yang telah dikoordinasikan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.

Namun, pengumuman tersebut justru memicu efek domino yang tidak terduga di panggung politik internasional. Hanya berselang beberapa menit setelah cuitan itu diunggah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung bereaksi. Melalui pernyataannya, Trump mengeklaim bahwa pengumuman Iran tersebut adalah bukti keberhasilan tekanannya, sembari menyebut bahwa jalur vital tersebut kini "siap untuk perlintasan penuh."

ADVERTISEMENT

Reaksi cepat Trump inilah yang kemudian menyulut kemarahan di Teheran. Media pemerintah, Mehr News, menyebut bahwa cuitan Araghchi adalah sebuah blunder komunikasi yang fatal. Menurut mereka, Menlu Iran secara tidak sengaja telah memberikan peluang emas bagi Trump untuk mendistorsi realitas, mengeklaim diri sebagai pemenang perang, dan merayakan kemenangan diplomatik yang sebenarnya tidak ada.

Kritik tidak berhenti di situ. Kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyebut unggahan tersebut sebagai "cuitan buruk dan tidak lengkap." Mereka menilai pesan singkat Araghchi menciptakan ambiguitas yang menyesatkan karena tidak menyertakan penjelasan teknis mengenai mekanisme, batasan, serta syarat-syarat ketat yang sebenarnya masih berlaku di selat tersebut.

Senada dengan Tasnim, kantor berita Fars News mengungkapkan bahwa pembukaan selat tersebut sebenarnya tidaklah sebebas yang dicitrakan dalam cuitan Araghchi. Berdasarkan sumber dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, ada tiga syarat mati yang harus dipenuhi: kapal harus murni komersial, dilarang keras bagi kapal militer, dan tidak boleh ada keterkaitan dengan negara musuh. Selain itu, semua kapal wajib mengikuti rute yang telah ditentukan oleh militer Iran.

Pihak keamanan Iran bahkan menegaskan bahwa pembukaan ini bisa dibatalkan sewaktu-waktu. Jika Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade laut terhadap Iran, maka Selat Hormuz akan segera ditutup kembali. Kurangnya detail krusial inilah yang membuat media lokal berang, karena absennya penjelasan resmi membuat masyarakat Iran berada dalam kondisi kebingungan dan ketidakpastian.

Kini, desakan agar pemerintah memperbaiki pola komunikasinya semakin menguat. Beberapa pihak meminta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi untuk turun tangan langsung dalam mengelola informasi sensitif agar tidak terjadi tumpang tindih narasi. Mereka memperingatkan bahwa jika pemerintah terus bungkam atau memberikan informasi setengah-setengah, maka "narasi musuh" akan mengisi kekosongan tersebut dan merugikan kepentingan nasional Iran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lanjutkan Dialog Damai, Utusan Trump dan Menlu Iran Bertolak ke Swiss

Lanjutkan Dialog Damai, Utusan Trump dan Menlu Iran Bertolak ke Swiss

INTERNASIONAL
Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

INTERNASIONAL
Menlu Iran Sebut Mojtaba Restui Kesepakatan Perdamaian dengan AS

Menlu Iran Sebut Mojtaba Restui Kesepakatan Perdamaian dengan AS

INTERNASIONAL
Iran Segera Umumkan Skema Baru Pengelolaan Selat Hormuz dengan Oman

Iran Segera Umumkan Skema Baru Pengelolaan Selat Hormuz dengan Oman

INTERNASIONAL
Helikopter AS Jatuh di Selat Hormuz, Trump Balas Serang Iran

Helikopter AS Jatuh di Selat Hormuz, Trump Balas Serang Iran

INTERNASIONAL
Iran Tegaskan Selat Hormuz Dikelola Bersama Oman Sesuai Hukum Berlaku

Iran Tegaskan Selat Hormuz Dikelola Bersama Oman Sesuai Hukum Berlaku

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon