Iran Tutup Hormuz, Pesan Khamenei: Kalahkan AS!
Sabtu, 18 April 2026 | 18:57 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Ketegangan kembali meningkat setelah Iran menutup kembali Selat Hormuz. Situasi memanas seiring munculnya pernyataan keras dari lingkaran elite Iran yang menyerukan kesiapan menghadapi Amerika Serikat.
Penutupan jalur vital perdagangan global ini dilakukan tak lama setelah Iran sempat membuka akses pelayaran internasional. Langkah tersebut diambil menyusul berlanjutnya blokade militer Amerika Serikat di sekitar perairan Iran yang dinilai sebagai bentuk tekanan dan provokasi.
Dalam pernyataan yang beredar melalui kanal internal Telegram, Mojtaba Khamenei, yang disebut sebagai penerus kepemimpinan Iran, menegaskan kesiapan militer negaranya.
“Angkatan laut Iran yang berani siap membuat musuh merasakan pahitnya kekalahan baru,” demikian pernyataan yang dilaporkan AFP, Sabtu (18/4/2026).
Di lapangan, situasi dilaporkan semakin tegang. Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO) mengungkap adanya insiden penembakan terhadap sebuah kapal tanker di sekitar Selat Hormuz.
Menurut laporan Al Jazerra, kapal tersebut didekati dua kapal perang yang diduga milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebelum akhirnya ditembaki tanpa peringatan.
“Tidak ada komunikasi radio sebelumnya. Kapal perang tersebut langsung melepaskan tembakan,” demikian pernyataan UKMTO. Meski demikian, kapal tanker dan seluruh awak dilaporkan selamat.
Insiden ini memperkuat indikasi Iran mulai menunjukkan respons militer terbuka di jalur strategis tersebut. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.
Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi kawasan ini setiap hari, sehingga setiap gangguan berpotensi langsung mengguncang stabilitas energi dan ekonomi internasional.
Sebelumnya, pejabat tinggi Iran telah memberikan ultimatum. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan negaranya tidak akan ragu menutup Selat Hormuz jika tekanan militer Amerika terus berlanjut.
“Jika blokade ini terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka,” tegas Ghalibaf.
Pada sisi lain, Amerika Serikat tetap mempertahankan kehadiran militernya di kawasan. Washington disebut masih menjalankan operasi pembatasan terhadap kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran.
Hingga kini, situasi di Selat Hormuz masih penuh ketidakpastian. Ancaman eskalasi terbuka antara Iran dan Amerika Serikat kian nyata, dengan jalur laut strategis tersebut berpotensi menjadi titik panas konflik global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




