AS Blokade Laut Iran, 23 Kapal Dipaksa Putar Balik
Minggu, 19 April 2026 | 13:08 WIB
Washington, Beritasatu.com - Blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap jalur maritim Iran terus berlanjut hingga akhir pekan ini, mempertegas eskalasi tekanan terhadap Teheran di tengah kebuntuan negosiasi kedua negara.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan kebijakan blokade tersebut, hanya sehari setelah pembicaraan antara AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.
Dalam kebijakan tersebut, militer AS menyatakan akan mencegat atau memutar balik kapal yang berlayar menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran, tanpa memandang asal negara kapal tersebut.
Langkah ini bertujuan untuk menekan perekonomian Iran, khususnya dengan membatasi kemampuan ekspor minyak yang menjadi sumber utama pendapatan negara tersebut.
Komando Pusat AS (Centcom) mengungkapkan, sejak blokade dimulai, pihaknya telah memaksa sedikitnya 23 kapal untuk berbalik arah di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global.
Dalam pernyataan terbaru melalui media sosial, Centcom menyebut dampak blokade tersebut sangat signifikan.
"Blokade tersebut telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kebijakan ini memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting bagi distribusi minyak dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




