ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Lawan Iran, AS Disebut Bakar Uang hingga Rp 1 Kuadraliun

Sabtu, 25 April 2026 | 11:12 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Metodologi perhitungan biaya operasi militer dilakukan dengan merujuk pada laporan Pentagon kepada Kongres Amerika Serikat (AS).
Metodologi perhitungan biaya operasi militer dilakukan dengan merujuk pada laporan Pentagon kepada Kongres Amerika Serikat (AS). (AP Photo/Ross D Franklin)

Washington, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) dilaporkan merogoh US$ 61 miliar untuk biaya operasi militer selama perang terhadap Iran. Angka fantastis ini mengacu pada data pemantau real-time Iran War Cost Tracker yang terus memperbarui perhitungan biaya perang secara berkala.

Dikutip Antara, Sabtu (25/4/2026), Iran War Cost Tracker menghitung total pengeluaran berdasarkan berbagai komponen, mulai dari biaya personel militer, pengerahan kapal perang ke kawasan konflik, hingga pengeluaran operasional lainnya yang berkaitan dengan misi militer di wilayah tersebut.

Metodologi perhitungan dilakukan dengan merujuk pada laporan Pentagon kepada Kongres AS. Dalam laporan itu disebutkan, enam hari pertama operasi militer saja, AS telah mengucurkan US$ 11,3 miliar atau sekitar Rp 194 triliun. Selain itu, terdapat tambahan pengeluaran yang diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17 triliun per hari.

ADVERTISEMENT

Perang AS bersama Israel terhadap Iran meletus pertama kali pada Sabtu (28/2/2026) setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kotaa Teheran. Serangan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil. 

Situasi sempat mereda setelah Washington dan Teheran pada Selasa (7/4/2026) mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan yang digelar di Islamabad, Pakistan, untuk negosiasi antara Iran dan AS berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan nyata. 

Meski tidak ada pengumuman resmi mengenai berlanjutnya permusuhan, Amerika mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pada Selasa (21/4/2026), Trump menyatakan Washington akan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran, namun tetap melanjutkan kebijakan blokade.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon