Senat Setuju Lanjutkan Sidang Pemakzulan Trump
Rabu, 10 Februari 2021 | 11:33 WIB
Beritasatu.com – Sidang pemakzulan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump disetujui oleh Senat lewat pemungutan suara yang hasilnya menunjukkan bahwa sidang itu tidak melanggar konstitusi, Selasa (9/2/2021) malam waktu setempat atau Rabu WIB.
Tim penasihat hukum Trump sebelumnya mengatakan pemakzulan terhadap seorang presidan yang sudah tidak lagi menjabat merupakan pelanggaran konstitusi, dan tidak ada preseden kasus yang sama sebelumnya.
Namun, hasil pemungutan suara adalah 56 banding 44 untuk menyatakan bahwa pemakzulan terhadap seorang mantan presiden sah-sah saja menurut konstitusi.
Dari 50 anggota Partai Republik di Senat, enam di antaranya "menyeberang" untuk mendukung mosi oleh 50 anggota Partai Demokrat yang mengusung pemakzulan ini.
Trump dituduh "menghasut massa untuk melakukan pemberontakan pada pemerintah" terkait kerusuhan di Gedung Capitol 6 Januari lalu.
Trump adalah presiden pertama yang dimakzulkan setelah tidak lagi menjabat.
Perbedaan Kualitas
Hasil pemungutan suara ini tidak terlepas dari perbedaan kualitas antara argumen tim Partai Demokrat dan bantahan yang diajukan penasihat hukum Trump.
"Manajer Pemakzulan" yang dipimpin anggota DPR Partai Demokrat Jamie Raskin secara meyakinkan mengatakan kepada seluruh anggota Senat bahwa Trump layak disidang atas perbuatannya.
Dia tidak membuang waktu untuk segera memutar video kerusuhan sebagai bukti awal, dan menyampaikan pengalaman pribadinya tentang situasi mencekam di Gedung Capitol ketika itu.
Raskin sedang berduka karena putranya baru saja meninggal dunia, tetapi harus ke Gedung Capitol untuk memenuhi "panggilan konstitusi" mengikuti sidang yang sangat penting yaitu penetapan hasil pemilihan presiden.
Agar bisa bertugas dan tetap bersama keluarganya, dia mengajak mereka ke Gedung Capitol. Kerusuhan yang terjadi, ketakutan yang dialami keluarga dan dirinya sendiri, hanya menambah rasa duka, tuturnya.
Bukti Kuat
Dalam video yang diputar selama sekitar 10 menit, adegan Trump yang berpidato pada hari kerusuhan beberapa kali muncul di layar.
Salah satunya memperlihatkan Trump yang mengatakan: "fight like hell!" (bertarunglah habis-habisan).
"Ini pidana yang sangat berat," kata Raskin. "Jika pelanggaran seperti ini tidak bisa dimakzulkan, maka istilah [pemakzulan] itu tidak ada lagi."
"Bukan seperti ini masa depan Amerika yang kita inginkan," kata Raskin kepada para senator, yang bertindak sebagai juri dalam sidang ini.
"Kita tidak boleh membiarkan para presiden menghasut dan memobilisasi massa untuk melakukan kekerasan kepada pemerintah dan lembaga-lembaga kita karena mereka menolak menerima keinginan rakyat di bawah konstitusi Amerika Serikat."
Trump Emosi
Sebaliknya di kubu Trump, pengacaranya kurang berbobot dalam memberi argumen tandingan.
Pengacara Bruce Castor, mantan jaksa Pennsylvania, mengatakan rakyat sudah memilih dan sudah muncul presiden baru. Pemakzulan ini, menurut dia, hanya menjadi alat bagi Demokrat untuk mencegah Trump maju lagi di pemilihan 2024.
Pernyataannya dikritik oleh sejumlah senator Partai Republik. Dengan mengatakan "rakyat sudah memilih presiden yang baru", artinya Castor juga sependapat bahwa Trump bohong ketika mengatakan dia adalah pemenang sebelumnya dan kalah karena dicurangi.
Trump, menurut berita CNN, dikabarkan sangat marah dan nyaris menjerit di depan TV ketika menyaksikan argumen Castor, pengacara yang ia tunjuk sendiri.
Sebelum sidang dimulai, sudah lima angggota Partai Republik yang berpendapat pemakzulan ini sesuai konstitusi.
Gara-gara Castor, jumlah itu bertambah satu lagi, yaitu Senator Bill Cassidy dari Lousiana.
"Manager pemakzulan dari DPR sangat fokus dan teorganisasi, dengan argumen yang menohok. Tim dari [mantan] Presiden Trump sangat tidak terorganisasi," kata Cassidy ketika ditanya kenapa dia berubah pikiran.
Sidang akan berlanjut Rabu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




