Ini Bukti Penting Trump Tahu dan Tidak Mau Hentikan Perusuh Capitol
Sabtu, 13 Februari 2021 | 10:12 WIB
Beritasatu.com – Tim pengacara mantan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia menentang aksi kerusuhan di Gedung Capitol 6 Januari lalu dan memikirkan keselamatan para anggota Kongres serta Wakil Presiden Mike Pence yang memimpin sidang Kongres ketika itu, tetapi bukti-bukti yang ada mengatakan lain.
Ketika perusuh mengepung dan menerobos masuk Gedung Capitol, Ketua Fraksi Partai Republik di DPR Kevin McCarthy menelepon Trump, memohon agar ia memerintahkan para perusuh untuk mundur.
Trump -- menurut kesaksian para petinggi Partai Republik yang mendengar langsung dari McCarthy -- menolak dengan mengatakan para perusuh itu adalah anggota Antifa, kelompok radikal garis kiri.
"Bukan, Pak Presiden, mereka bukan Antifa, mereka orang-orang Anda," balas McCarthy.
Trump lalu menjawab sinis.
"Well, Kevin, saya kira orang-orang ini lebih marah pada hasil pemilihan presiden daripada kamu," kata Trump.
Mendengar itu, McCarthy menjadi emosi dan menjawab: "Brengsek, Anda pikir Anda sedang bicara dengan siapa?"
Fakta ini baru terungkap di media massa Amerika Serikat.
Trump saat ini sedang menghadapi sidang pemakzulan atas dakwaan menghasut tindakan makar terkait kerusuhan di Capitol itu.
Ia berpidato pada hari kerusuhan, mengulangi narasi bahwa ia telah dicurangi dalam pemilihan presiden dan meminta pendukungnya menggereduk gedung Capitol dan "fight like hell" (bertarung habis-habisan).
Para pentolan perusuh, seperti diungkap oleh Biro Penyidik Federal (FBI), adalah para anggota berbagai organisasi ultra kanan seperti Proud Boys dan Oath Keepers.
Saat itu, para anggota Kongres sedang melakukan sidang penetapan hasil presiden dipimpin Pence, yang secara otomatis juga menjabat presiden Senat.
Soal Pence
Pengacara Trump juga berdalih bahwa Trump tidak tahu kalau Pence ikut terancam keselamatannya, tetapi fakta dalam sidang pemakzulan membuktikan kalau pengacara itu bohong.
Dalam pidatonya, Trump 11 kali menyebut nama Pence, mendesak wakil presiden untuk membatalkan hasil pemilihan presiden atau mengembalikannya ke negara bagian.
Pence tidak mungkin melakukan itu karena hasil perolehan suara sudah disahkan oleh masing-masing negara bagian dan sidang Kongres itu sifatnya hanya seremonial.
Saat anggota Kongres terkepung di dalam gedung, Trump sempat menelepon Tommy Tuberville, senator Partai Republik asal Alabama yang juga mengikuti sidang.
Trump salah nomor ke ponsel milik Senator Mike Lee asal Utah, sehingga Lee kemudian menyerahkan ponselnya kepada Tuberville.
Koronologi inilah yang kemudian memberi petunjuk sangat penting.
Pukul 14.14, Pence bersama anak-istrinya dievakuasi oleh Paspampres ke tempat yang lebih aman dari para perusuh.
Pukul 14.15, Lee menyerahkan ponselnya ke Tuberville karena Trump ingin bicara padanya.
Menurut keterangan Tuberville kepada wartawan: "Saya bilang, ‘Pak Presiden, mereka baru saja membawa wakil presiden keluar. Saya harus pergi’."
Artinya, saat itu juga Trump mendapat informasi dari saksi mata langsung tentang apa yang sedang terjadi.
Pukul 14.20, semua anggota Kongres sudah dievakuasi dari ruang sidang.
Pukul 14.24, Trump menulis di Twitter bahwa Pence "tidak punya keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan" (menolak penetapan hasil pilpres).
Kronologi ini menunjukkan bahwa ia tahu Pence, keluarganya, dan seluruh anggota Kongres sedang terancam, tetapi ia tidak sedikit pun memikirkan itu karena hanya sibuk mendahulukan kepentingannya agar kemenangan Joe Biden dibatalkan dan ia kembali ditetapkan presiden.
Trump bahkan kembali tega mengecam Pence lewat Twitter beberapa menit setelah mendapat informasi tentang situasi di dalam gedung.
Ini juga sekaligus fakta penting bahwa Trump tidak mau menghentikan para perusuh sampai beberapa jam kemudian setelah para penasihat dan tokoh penting mendesaknya.
Trump akhirnya muncul di video Gedung Putih meminta para perusuh untuk pulang, tetapi menyelipkan kalimat: “Saya cinta kalian. Kalian sangat spesial.”
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




