Ini Penyebab India Mengalami Krisis Oksigen
Minggu, 25 April 2021 | 10:17 WIB
New Delhi, Beritasatu.com – Bagi para dokter, otoritas kesehatan, dan jurnalis yang mengikuti kasus Covid-19 di India mengetahui, krisis oksigen yang terjadi di negara itu bagaikan pengulangan kejadian. Karena masalah ini pernah dialami India sekitar tujuh bulan lalu, namun kali ini situasinya lebih buruk.
Biasanya dalam suatu negara, penggunaan oksigen untuk kesehatan hanya sekitar 15% dan sisanya dipakai di sektor industri. Namun gelombang kedua Covid-19 di India telah memaksa penggunaan suplai oksigen sebanyak 90% untuk sektor kesehatan.
Di mana, 7.500 metrik ton oksigen setiap harinya, dialihkan untuk penggunaan medis. Demikian penjelasan Rajesh Bhushan, seorang pejabat kesehatan senior.
Kebutuhan terhadap oksigen, tiga kali meningkat dibandingkan pada saat krisis pertama yang menimpa negara itu di pertengahan September 2020.
Hanya dua pekan di bulan April ini, peningkatan kasus Covid-19 mencapai 300.000. Padahal sebelumnya hanya 90.000 kasus dan paling parah mencapai 144.000 kasus.
"Situasi saat ini sangat buruk, sampai-sampai kami menempatkan pasien di ambulans selama 12 jam, hingga mereka mendapat tempat tidur di ruang ICU," jelas Dr Siddheshwar Shinde dari RS Covid-19 di Pune.
Bahkan pada pekan lalu, ketika ventilator tak ada yang tersisa, Dr Shinde mulai memindahkan pasien ke kota lain.
Mengapa terjadi krisis oksigen di sana?
Jawabnya karena tak semua wilayah di India memiliki pabrik oksigen. New Delhi salah satunya. Wilayah itu dan sejumlah wilayah lain, sangat mengandalkan pada pasokan oksigen.
Wilayah di negara bagian selatan Kerala misalnya, meningkatkan pasokan dengan memantau permintaan secara cermat. Kerala sekarang memiliki kelebihan oksigen yang dikirimkan ke negara bagian lain.
Mahkamah Agung India telah mempertimbangkan, meminta pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi untuk rencana Covid-19 nasional yang mengatasi masalah kekurangan oksigen.
Pihak Kementerian kesehatan telah membuka penawaran untuk pabrik oksigen baru pada Oktober tahun lalu, atau lebih dari delapan bulan setelah dimulainya pandemi di India. Dari 162 pabrik baru, sejauh ini hanya yang telah ada, 59 akan dimulai pada akhir April, dan 80 lainnya pada akhir Mei kata kementerian itu.
Oksigen cair, berwarna biru pucat yang sangat dingin, dengan suhu sekitar -183C, merupakan gas kriogenik yang hanya dapat disimpan dan diangkut dalam tabung dan kapal tanker khusus.
Sebanyak 500 pabrik di India mengekstraksi dan memurnikan oksigen dari udara, mengirimkannya ke rumah sakit dalam bentuk cair. Sebagian besar dipasok melalui kapal tanker.
Rumah sakit besar biasanya memiliki tangki sendiri di mana oksigen disimpan dan kemudian disalurkan langsung ke tempat tidur. Rumah sakit yang lebih kecil dan sementara mengandalkan tabung oksigen.
Kapal tanker oksigen sering mengantre di luar pabrik selama berjam-jam dan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengisi satu kapal tanker. Dibutuhkan beberapa jam lebih bagi kapal tanker ini untuk melakukan perjalanan ke berbagai kota di dalam atau di seluruh negara bagian.
Kapal tanker juga harus mengikuti batas kecepatan tertentu - tidak lebih dari 25 mph (40 km / jam) - dan mereka sering tidak melakukan perjalanan di malam hari untuk menghindari kecelakaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




