2024, Rusia Prediksi Perdagangan dengan Tiongkok Capai Rp 2.914 Triliun
Minggu, 1 Mei 2022 | 14:39 WIB
Moskwa, Beritasatu.com- Rusia memprediksi nilai perdagangan dengan Beijing mencapai US$ 200 miliar (Rp 2.914 triliun) pada tahun 2024. Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (30/4/2022) prediksi itu disampaikan Rusia karena Moskwa menghadapi isolasi yang meningkat dari Barat.
Tiongkok telah menolak untuk mengutuk invasi Rusia di Ukraina dan telah mengkritik sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Moskwa. Kedua negara telah memperkuat hubungan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk mengumumkan kemitraan "tanpa batas" pada bulan Februari.
"Kami fokus pada pencapaian tujuan yang ditetapkan oleh para kepala negara untuk membawa omzet perdagangan bilateral menjadi US$ n200 miliar pada tahun 2024," kata Georgiy Zinoviev, kepala departemen Asia pertama kementerian luar negeri Rusia, kepada kantor berita Interfax.
Baca Juga: Tiongkok: G-20 Harus Bahas Masalah Ekonomi, Bukan Ukraina
"Selain itu, kami menyarankan bahwa mencapai angka ambisius ini lebih awal dari yang direncanakan sangat mungkin," katanya.
Dengan perdagangan Rusia yang terkena sanksi, Zinoviev mengatakan diperlukan waktu untuk beradaptasi. Dia mengatakan perjuangan Tiongkok dengan Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir juga menjadi faktor yang bisa memperumit upaya.
"Bisnis Tiongkok tetap tertarik untuk memperluas kehadirannya di Rusia, yang peluang tambahannya terbuka karena kepergian beberapa perusahaan Barat," katanya.
Baca Juga: Perusahaan Energi Tiongkok CNOOC Hentikan Operasi di AS, Inggris, dan Kanada
Zinoviev mengakui risiko tindakan sekunder yang dapat dihadapi perusahaan-perusahaan Tiongkok jika mereka membantu Rusia menghindari sanksi, tetapi mengatakan bahwa peningkatan kerja sama yang signifikan mungkin terjadi.
"Jelas bahwa dalam situasi saat ini banyak operator ekonomi Tiongkok harus berhati-hati, mengingat kemungkinan sanksi sekunder," kata Zinoviev.
"Saya yakin mitra kami dan kami akan dapat menggunakan situasi saat ini untuk kepentingan bersama kami dan sepenuhnya membuka potensi peningkatan kerja sama yang signifikan di semua bidang," ujarnya.
Baca Juga: Bank Rusia Tolak Pembayaran Gas dari Eropa
Barat telah memberlakukan sanksi luas yang sebagian besar memotong sektor keuangan Rusia dari ekonomi global. Ratusan perusahaan multinasional juga telah keluar dari Rusia setelah perang yang merupakan pukulan bagi ekonominya.
Negara-negara Eropa telah berjanji untuk mengurangi ketergantungan pada gas Rusia untuk menghilangkan pendapatan Moskwa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




