Filipina Protes Kegiatan Tiongkok di Laut China Selatan
Sabtu, 11 Juni 2022 | 13:15 WIB
Manila, Beritasatu.com - Filipina telah mengajukan protes diplomatik baru atas kegiatan maritim Tiongkok di sekitar 200 mil zona ekonomi eksklusifnya, yang menambah lebih dari 300 pengaduan yang diajukan atas kegiatan "ilegal" Beijing di Laut China Selatan.
Dalam pernyataan yang dirilis Jumat malam (10/6/2022), Kemenlu Filipina menuding Tiongkok terlibat dalam "penangkapan ikan secara ilegal" sementara kapal penjaga pantai Beijing membuntuti kapal Filipina dalam misi pasokan di sekitar perairan dangkalnya.
"Tiongkok tidak memiliki hak untuk menangkap ikan, memantau, atau mengganggu kegiatan sah Filipina di dalam perairan itu," kata Kemenlu Filipina.
Baca Juga: Kapal Feri Cepat di Filipina Terbakar, 7 Orang Tewas
Kementerian tersebut mengatakan bahwa tindakan Tiongkok terjadi di Second Thomas Shoal, yang diklaim oleh Beijing dan Manila dan terletak 105 mil laut (195 km) dari provinsi Palawan, Filipina.
Pada November, Filipina membatalkan misi pasokan di atol setelah tiga kapal penjaga pantai Tiongkok menutup jalur dan menggunakan meriam air di kapal pasokan.
Tiongkok mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan dan terus menegaskan kehadirannya di jalur air strategis itu, meskipun keputusan arbitrase pada tahun 2016 membatalkan klaim Beijing.
Protes yang dilayangkan Filipina menegaskan tantangan ke depan bagi presiden terpilih Ferdinand Marcos Jr, yang akan memiliki tindakan penyeimbangan yang rumit dalam memperkuat hubungan ekonomi dengan Tiongkok, sementara di sisi lain tidak tampak menyerah atas apa yang dilihat militer sebagai provokasi Beijing yang melanggar hukum di laut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




