Y-20 Dorong Peran Aktif dan Kreatif Pemuda dalam Presidensi G-20 Indonesia
Minggu, 19 Juni 2022 | 10:01 WIB
Manokwari, Beritasatu.com - Diskusi high-level panel mengenai peluang reformasi kebijakan untuk mewujudkan keberagaman dan inklusi turut mewarnai Pra-KTT Ke-4 Y-20 di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (18/6/2022).
Para narasumber high-level panel yang terdiri dari pembuat kebijakan serta praktisi mendorong keterlibatan anak muda di Presidensi G-20 Indonesia. Apalagi mengingat para delegasi Y-20 nantinya akan menghasilkan komunike atau rekomendasi kebijakan yang ditujukan kepada para pemimpin G-20. Komunike ini akan menyentuh topik keberagaman dan inklusi yang menjadi isu prioritas di Pra-KTT ke-4 Y-20.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memimpin kelompok kerja G-20 Tourism Working Group (TWG). Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan anak muda dalam mendukung pariwisata Indonesia. Hal ini mengingat 55% penduduk Indonesia merupakan kalangan milenial dan Gen Z.
"Jika kita ingin relevan di TWG, kita perlu terlibat dengan para pemikir muda yang sangat progresif, kreatif, inovatif, untuk memberikan masukan dan ide. Kita perlu beradaptasi, berinovasi, berkolaborasi agar bisa recover together, recover stronger, dan tentunya, recover better," kata Menparekraf Sandiaga Uno secara virtual Pra-KTT Ke-4 Y-20 di Manokwari, Papua Barat.
Baca Juga: Resmi Dibuka, Pra-KTT Ke-4 Y-20 Bahas Keberagaman dan Inklusi
Dian Triansyah Djani selaku G-20 Indonesia Co-Sherpa mengatakan pemerintah berharap Presidensi G-20 dapat mewujudkan hasil yang konkret, termasuk dalam memastikan pemulihan dari pandemi yang inklusif.
"Presiden menginginkan adanya deliverables yang konkret dalam bentuk proyek dan inisiatif. Di sini, anak muda bisa memainkan peran yang penting sebagai katalisator aksi untuk pemimpin G-20. Kalian dapat menyuarakan ide hingga menginisiasi program dan kolaborasi," jelas Dian yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Program Prioritas Kemenlu.
"White paper Y-20 membahas empat isu prioritas, di antaranya keberagaman dan inklusi. Pertanyaannya adalah bagaimana menerjemahkannya ke program dan proyek yang konkret," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




