ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Y-20 Dorong Peran Aktif dan Kreatif Pemuda dalam Presidensi G-20 Indonesia

Minggu, 19 Juni 2022 | 10:01 WIB
EM
FB
Penulis: Edy Musahidin | Editor: FMB
Menparekraf Sandiaga Uno dalam diskusi high-level panel Pra-KTT Ke-4 Y-20 di Manokwari, Papua Barat, Sabtu 18 Juni 2022.
Menparekraf Sandiaga Uno dalam diskusi high-level panel Pra-KTT Ke-4 Y-20 di Manokwari, Papua Barat, Sabtu 18 Juni 2022. (Beritasatu.com/Edy Musahidin)

Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani memberikan pandangannya terkait bagaimana delegasi muda dapat memastikan rekomendasi kebijakan tidak hanya actionable, tetapi juga didasarkan prinsip HAM. Menurutnya, anak muda perlu memiliki pemahaman terkait kesatuan, keadilan, serta prinsip perlindungan HAM. Jaleswari juga meminta anak muda untuk memberikan kritik konstruktif, serta secara konsisten menyuarakan perlindungan HAM.

"Saya mendorong anak muda percaya diri dalam menyampaikan rekomendasi mereka maupun kritik yang didukung oleh analisis mendalam. Kritik yang membagun tidak hanya bagian dari proses demokrasi, tetapi juga mengingatkan pemerintah agar terus menjalankan upayanya dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa," jelas Jaleswari.

Sementara itu, Pendiri Wahid Institute, Yenny Wahid mengapresiasi kreativitas anak muda serta kepeduliannya terhadap masyarakat. Dirinya menilai, berbeda dengan generasi sebelumnya, anak muda kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada seperti media sosial atau platform lainnya.

Baca Juga: Delegasi Y-20 Tanam Bibit Pohon dan Lepas Tukik di Papua

ADVERTISEMENT

"Saya mengapresiasi Y-20 karena telah memberikan anak muda sebuah ruang untuk mengutarakan pendapat. Mereka adalah motor pembangunan tidak hanya untuk di kemudian hari, tetapi juga yang sekarang," jelas Yenny.

Pemuda memiliki kekuatan, keinginan, pengetahuan, dan keahlian untuk mendorong reformasi kebijakan yang lebih inklusif untuk keberagaman dan inkulsi.

Sebagaimana diketahui, puluhan delegasi muda dalam negeri maupun luar negeri hadir di Pra-KTTKe-4 Y-20. Ini juga menjadi pertama kalinya Y-20 mengangkat isu keberagaman dan inklusi sebagai standalone policy track. Adapun Pra-KTT Ke-4 Y-20 terbagi menjadi dua sub-tema pendidikan inklusif dan ekonomi kreatif.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon