Polri Naikkan Pangkat Bripka Aditya yang Meninggal Saat Selamatkan Warga Tenggelam
Sabtu, 4 Januari 2025 | 20:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada Bripka Aditya Munartono yang meninggal ketika menyelamatkan wisatawan tenggelam di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.
Bripka Aditya Munartono merupakan anggota Polsek Pagerageung, Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat. Almarhum Bripka Aditya Munartono mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya menjadi Aipda Anumerta.
"Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta bagi personel Polri yang namanya tercantum dalam daftar lampiran keputusan ini, terhitung mulai tanggal 3 Januari 2025," bunyi petikan keputusan kenaikan pangkat tersebut dikutip di Jakarta, Sabtu (4/1/2025).
Aipda Anumerta Aditya dimakamkan dengan upacara penghormatan yang dipimpin langsung Kapolres Tasikmalaya AKBP Joko Sulistiono di Desa Sukapada, Pagerageung, Tasikmalaya, Sabtu sekitar pukul 09.30 WIB.
BACA JUGA
Kronologi Bripka Aditya Munartono Tewas setelah Berupaya Selamatkan Wisatawan di Pangandaran
Kapolres Joko Sulistiono menyampaikan santunan dari kapolda Jawa Barat kepada keluarga Aipda Anumerta Aditya sebagai salah satu bentuk rasa duka mendalam atas kepergian tersebut.
Bripka Aditya Munartono meninggal dunia saat berupaya menyelamatkan seorang wisatawan yang hampir tenggelam di Pantai Barat Pangandaran, Jumat (3/1/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kejadian tersebut berlangsung di depan Hotel Century, Pos 4 Penjaga Pantai Dusun Karangsari, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kronologi kejadian tersebut, Bripka Aditya bersama rekannya, Bripka Wahyu, sedang berenang bersama keluarga di sekitar Pos 4 Pantai Barat Pangandaran. Mereka melihat seorang wisatawan bernama Sevina Azahra (14) dalam kondisi hampir tenggelam.
Kedua anggota Polri tersebut tanpa ragu memberikan pertolongan, tetapi arus laut yang kuat dan ombak besar membuat Bripka Aditya, Sevina, serta seorang saksi mata bernama Supri (48) terseret hingga 40 meter dari bibir pantai.
Bripka Wahyu menyelamatkan diri menggunakan boogie board, sedangkan Bripka Aditya dan Sevina akhirnya diselamatkan oleh sebuah kapal nelayan yang berada di lokasi.
Meski telah dilarikan ke RSUD Pandega, Bripka Aditya meninggal dunia dalam perjalanan. Berdasarkan keterangan pihak medis, ia meninggal dunia akibat tenggelam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




