Terendam Air Laut, 500 Ha Sawah di Pangandaran Terancam Gagal Panen
Sabtu, 8 Maret 2025 | 22:54 WIB
Pangandaran, Beritasatu.com - Gelombang tinggi yang terjadi akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan 500 hektare lebih sawah di Pangandaran, Jawa Barat, terendam air laut dan terancam gagal panen.
Air laut yang meluap melanda lahan pertanian di tiga desa, yaitu Desa Legokjawa, Batumalang, dan Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (8/3/2025). Fenomena ini terjadi akibat pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya.
Lahan pertanian yang seharusnya memasuki masa pertumbuhan optimal justru kini terdampak air asin yang merusak kesuburan tanah dan menghambat pertumbuhan padi. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan petani terancam gagal panen.
Menghindari ancaman gagal panen, sejumlah petani terpaksa berjibaku membuat tanggul sementara dan menggali pasir untuk mengalirkan kembali air laut yang menggenangi sawah mereka. Situasi gelap saat malam tak menyurutkan semangat para petani demi menyelamatkan sawahnya.

Seorang petani, Asep Irfan menjelaskan, fenomena air laut pasang masuk ke lahan pertanian dan terancam gagal panen diakibatkan oleh faktor cuaca buruk yakni tingginya gelombang laut pada beberapa hari terakhir. Dengan demikian, para petani memilih bertindak cepat melakukan penggalian pasir untuk saluran air meskipun dalam kondisi sulit.
"Penggalian pasir ini untuk membuat saluran air supaya air laut dapat kembali mengalir ke laut. Tentu dengan ini adalah upaya kami menyelamatkan tanaman padi yang sekitar 20 hari lagi akan dipanen dan menjadi sumber penghidupan kami sebagai petani di Kecamatan Cimerak," kata Asep Irfan di tengah upaya menghindarkan sawahnya gagal panen.

Menurutnya, keseluruhan lahan pertanian yang terendam air laut diperkirakan mencapai 500 hektare lahan sawah dan membentang sejauh tiga kilometer. Air asin yang meresap ke tanah dapat merusak kesuburan lahan dan dapat menghambat pertumbuhan padi.
"Ya kalau ini dibiarkan akan merusak kualitas dan proses pertumbuhan padi, bahkan bisa jadi terancam gagal panen padahal tinggal beberapa minggu lagi akan dipanen," ujarnya.
Sementara itu, dengan terjadinya musibah tersebut petani berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan beberapa upaya agar para petani bisa menghindari gagal panen dengan hasil yang normal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




