ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasien Alami Kebutaan, RSUD Cabangbungin Dituding Lalai

Selasa, 15 Juli 2025 | 11:34 WIB
ES
SL
Penulis: Eka Jaya Saputra | Editor: LES
Bayu Fadilah (26) warga Kampung Tambun RT 013 RW 005, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi mengalami kebutaan permanen diduga akibat kelalaian pihak rumah sakit.
Bayu Fadilah (26) warga Kampung Tambun RT 013 RW 005, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi mengalami kebutaan permanen diduga akibat kelalaian pihak rumah sakit. (Beritasatu.com/Eka Jaya Saputra)

Bekasi, Beritasatu.com — Seorang warga Kabupaten Bekasi mengalami kebutaan permanen pada mata kanan setelah diduga menjadi korban kelalaian penanganan medis di RSUD Cabangbungin. Korban bernama Bayu Fadilah (26), warga Kampung Tambun, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, harus menjalani operasi pengangkatan bola mata akibat infeksi parah.

Peristiwa bermula saat Bayu mengeluhkan gejala muntah, pusing, dan demam tinggi. Ia kemudian dilarikan ke IGD RSUD Cabangbungin. Berdasarkan hasil laboratorium, ia didiagnosis menderita demam berdarah dengue (DBD) dan dirawat intensif selama lima hari.

"Ia masuk IGD sekitar pukul 4 sore, setelah mengeluh muntah dan pusing. Dari hasil lab, didiagnosis DBD," ungkap sang istri, Tia Nur Andika (24), saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/7/2025).

ADVERTISEMENT

Namun, setelah lima hari menjalani perawatan, Bayu mengeluhkan sakit hebat pada mata kanannya yang disertai pembengkakan dan memar, meskipun sebelumnya tidak ada riwayat keluhan mata.

"Paginya tiba-tiba matanya sakit, memar, dan katanya pegal sekali. Lama-kelamaan keluar nanah dan darah," ujar Tia.

Pihak rumah sakit kemudian merujuk Bayu ke poli mata dan menyampaikan bahwa pasien menderita glaukoma. Karena tidak ada penjelasan medis yang memadai, keluarga memutuskan memindahkan Bayu ke Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

"Di RS Cicendo, dokter langsung menyarankan operasi pengangkatan bola mata karena sudah terinfeksi. Sekarang mata kanannya buta permanen," kata Tia dengan nada sedih.

Bibi korban, Eni Rusmini (53), menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang dinilai tidak bertanggung jawab. Ia menyatakan keluarga merasa sangat dirugikan dan kecewa atas insiden ini.

"Kami menuntut keadilan. Harusnya pihak rumah sakit bertanggung jawab," tegas Eni.

Menurutnya, sejauh ini belum ada upaya dari pihak RSUD Cabangbungin untuk mendatangi keluarga secara resmi atau memberikan penjelasan serta permintaan maaf.

"Yang datang cuma bidan. Dokternya tidak pernah terlihat menjenguk atau memberi penjelasan," keluhnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Cabangbungin belum memberikan keterangan resmi. Upaya wartawan untuk mengonfirmasi Direktur RSUD Cabangbungin, dr Erni Herdiani, belum membuahkan hasil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pasien DBD Alami Kebutaan, RSUD Cabangbungin: Bukan Kelalaian

Pasien DBD Alami Kebutaan, RSUD Cabangbungin: Bukan Kelalaian

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon