Begini Intimidasi yang Dialami Konten Kreator yang Kritik Jalan Rusak
Senin, 5 Januari 2026 | 11:01 WIB
Garut, Beritasatu.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang konten kreator diduga mendapat intimidasi dari keluarga kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat viral di media sosial. Video tersebut ramai diperbincangkan warganet sejak Sabtu (3/1/2026).
Dalam video berdurasi sekitar 47 detik itu, pemilik akun Facebook Holis Muhlisin tampak dimarahi oleh dua pria dan satu wanita yang diduga merupakan istri kepala desa setempat.
Diduga, kemarahan tersebut dipicu oleh sejumlah konten yang diunggah Holis Muhlisin terkait kondisi jalan desa yang rusak serta kritik terhadap pembangunan dan pengelolaan desa. Pihak keluarga kepala desa merasa dirugikan oleh konten tersebut.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook Muhlis Muhlisin, kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah konten kreator dan selebgram. Unggahan tersebut pun menuai beragam tanggapan dari warganet, sebagian besar menyayangkan dugaan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik melalui media sosial.
Menanggapi viralnya video tersebut, Bupati Garut Abdussy Syakur Amin angkat bicara. Ia menyebut bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Bisa jadi karena cara penyampaiannya yang kurang berkenan, lalu menimbulkan reaksi dari pihak keluarga. Kami sudah mencoba memediasi melalui Pak Camat,” ujar Abdussy Syakur Amin saat ditemui seusai apel gabungan di Lapangan Setda Garut, Senin (5/1/2026).
Ia menegaskan Pemkab Garut sejatinya telah memetakan kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah Cisewu, termasuk Desa Panggalih.
“Tahun ini kami sudah melihat ada potensi masalah di wilayah tersebut. Ada tiga lokasi di Kecamatan Cisewu, termasuk Desa Panggalih, yang akan dibangun. Artinya, kebutuhan pembangunan di sana memang sudah kami prediksi,” jelasnya.
Menurut Bupati, anggaran pembangunan infrastruktur desa telah diarahkan untuk wilayah tersebut pada tahun anggaran berjalan. Ia juga memastikan pemerintah daerah akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi dengan semua pihak guna mencegah konflik serupa terulang.
“Kalau memang diperlukan, nanti akan kita panggil dan duduk bersama agar semuanya jelas,” pungkasnya.
Hingga kini, video tersebut masih terus beredar luas di media sosial dan menjadi sorotan publik terkait kebebasan berekspresi serta transparansi pembangunan desa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




