ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Berharap Mukjizat, Ibunda Pramugari IAT Esther Kenang Pesan Terakhir

Minggu, 18 Januari 2026 | 21:47 WIB
HY
SL
Penulis: Heru Yustanto | Editor: LES
J Siburian memperlihatkan foto putrinya Esther Aprilita, pramugari yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).
J Siburian memperlihatkan foto putrinya Esther Aprilita, pramugari yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). (Beritasatu.com/Heru Yustanto)

Bogor, Beritasatu.com –  Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga Esther Aprilita, pramugari yang menjadi salah satu kru dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta-Makassar. Di rumahnya yang terletak di Kompleks Bukit Rancamaya, Kabupaten Bogor, pihak keluarga masih menggantungkan harapan pada mukjizat.

Ibunda Esther, J Siburian, mengungkapkan bahwa dirinya masih terus berdoa agar ada keajaiban yang menyelamatkan putri sulungnya tersebut. Saat ditemui di kediamannya, Kampung Bojongkoneng, Desa Ciherang, Kecamatan Caringin, pada Minggu (18/1/2026), ia bercerita mengenai komunikasi terakhir mereka.

Menurut J Siburian, tidak ada firasat buruk sebelum insiden maut itu terjadi. Ia masih sempat bertukar pesan melalui aplikasi percakapan dengan Esther pada Jumat malam, dua hari sebelum kabar duka tersiar.

ADVERTISEMENT

"Saya komunikasi terakhir hari Jumat malam, kami masih chattingan. Dia bilang dia di Jogja, biasanya kalau komunikasi seperti itu. Aku udah di sini ma, udah di sini ma gitu jadi," kenang sang ibunda dengan mata berkaca-kaca.

Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan informasi resmi secara langsung mengenai status terbaru Esther dari pihak maskapai. Mereka hanya bisa memantau perkembangan evakuasi dan pencarian melalui tayangan berita di televisi.

Meski harapan masih dipupuk, prosedur identifikasi tetap dijalankan. J Siburian mengonfirmasi bahwa petugas Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Jawa Barat telah mendatangi rumah mereka untuk mengambil sampel DNA keluarga guna keperluan identifikasi medis.

"Kami masih melihat itu dari berita di televisi, kami masih menunggu laporan selanjutnya," tambahnya.

Walaupun proses penyelidikan terus berjalan, J Siburian menegaskan bahwa imannya tetap kuat menunggu kepastian nasib putrinya. Bagi keluarga, selama belum melihat kondisi Esther secara langsung, peluang akan adanya mukjizat Tuhan tetap terbuka lebar.

"Harapannya, mukjizat Tuhan itu masih ada, selama kami belum melihat Ester mujizat Tuhan pasti ada," tutupnya dengan penuh harap.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak dan mengalami kecelakaan saat melayani rute domestik. Saat ini, tim SAR gabungan dan otoritas terkait masih terus berupaya melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon