ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Aktivitas Warga Tinggi, Polisi Tambah Perahu Karet di Banjir Subang

Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:44 WIB
ES
DM
Penulis: Elan Suherlan | Editor: DM
Tingginya aktivitas warga di tengah banjir membuat aparat kepolisian menambah armada evakuasi. Tim SAR gabungan dari Polres Subang dan Brimob mengerahkan perahu karet tambahan ke lokasi banjir di Perumahan Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, wilayah Pantura Subang, Sabtu, 24 Januari 2026 siang.
Tingginya aktivitas warga di tengah banjir membuat aparat kepolisian menambah armada evakuasi. Tim SAR gabungan dari Polres Subang dan Brimob mengerahkan perahu karet tambahan ke lokasi banjir di Perumahan Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, wilayah Pantura Subang, Sabtu, 24 Januari 2026 siang. (Beritasatu.com/Jamaah)

Subang, Beritasatu.com - Tingginya aktivitas warga di tengah banjir membuat aparat kepolisian menambah armada evakuasi. Tim SAR gabungan dari Polres Subang dan Brimob mengerahkan perahu karet tambahan ke lokasi banjir di Perumahan Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, wilayah Pantura Subang, Sabtu (24/1/2026) siang.

Penambahan perahu dilakukan untuk membantu mobilitas warga terdampak yang masih bolak-balik ke rumah mereka guna menyelamatkan barang-barang berharga.

Hingga Sabtu siang, ketinggian air di Perumahan Grand Texpia masih tergolong tinggi. Seluruh warga sebelumnya telah dievakuasi ke tempat aman. Namun, meski banjir belum surut, sejumlah warga tetap nekat kembali ke rumah untuk mengambil dokumen dan barang penting.

ADVERTISEMENT

Guna memastikan keselamatan warga, Tim SAR Polres Subang bersama Brimob menambah jumlah perahu karet di lokasi tersebut. Selain armada, sebanyak 26 personel SAR juga diterjunkan untuk membantu evakuasi, pengamanan kawasan banjir, serta pengawasan di lokasi-lokasi pengungsian.

Kanit Patroli Sabhara Polres Subang, Ipda Dede Marus Ali, menyatakan penambahan perahu dan personel merupakan respons cepat atas tingginya aktivitas warga di area terdampak banjir.

“Kami dari SAR Polres Subang datang ke lokasi banjir untuk membantu menyelamatkan barang-barang berharga serta mengevakuasi warga yang mungkin masih berada di rumah. Yang paling utama adalah memastikan keselamatan warga di tengah kondisi banjir yang masih tinggi,” ujar Ipda Dede.

Salah seorang warga terdampak, Alvin Amirudin, mengaku terpaksa kembali ke rumah meski air belum surut demi menyelamatkan barang penting. “Tadi kami ambil barang-barang yang belum sempat diselamatkan. Masih harus bolak-balik mengambil dokumen penting. Alhamdulillah dibantu petugas dengan perahu,” kata Alvin.

Saat ini, warga terdampak banjir mengungsi di rumah kerabat, tetangga, serta sejumlah lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah dan pihak terkait.

Berdasarkan data BPBD Subang, banjir di wilayah Pantura Subang melanda empat kecamatan, yakni Blanakan, Pamanukan, Pusakanagara, dan Ciasem. Sebanyak 1.013 rumah terdampak, dengan total warga terdampak mencapai 4.249 jiwa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Petani Subang Terseret Banjir, Jasad Ditemukan 50 Kilometer dari TKP

Petani Subang Terseret Banjir, Jasad Ditemukan 50 Kilometer dari TKP

JAWA BARAT
Raffi Ahmad Beri Bantuan Rp 500 Juta untuk Korban Banjir Subang

Raffi Ahmad Beri Bantuan Rp 500 Juta untuk Korban Banjir Subang

JAWA BARAT
Sepekan Terendam, Warga Subang Pilih Kolong Jembatan Jadi Pengungsian

Sepekan Terendam, Warga Subang Pilih Kolong Jembatan Jadi Pengungsian

JAWA BARAT
Banjir Subang, Warga Pamanukan Masih Mengungsi di Kolong Flyover

Banjir Subang, Warga Pamanukan Masih Mengungsi di Kolong Flyover

JAWA BARAT
Permukiman Warga di Pamanukan Banjir, Warga Panik Tinggalkan Rumah

Permukiman Warga di Pamanukan Banjir, Warga Panik Tinggalkan Rumah

JAWA BARAT
Banjir di Subang Mulai Surut, Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Banjir di Subang Mulai Surut, Warga Masih Bertahan di Pengungsian

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon