ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Belasan Remaja Tawuran di Depok Dibina lewat Pesantren Kilat

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:57 WIB
FA
H
Penulis: Fahri Ali | Editor: HE
Belasan remaja yang terlibat aksi tawuran di Kota Depok mengikuti program pesantren kilat yang digelar selama Ramadan oleh Polres Metro Depok, Minggu, 22 Februari 2026.
Belasan remaja yang terlibat aksi tawuran di Kota Depok mengikuti program pesantren kilat yang digelar selama Ramadan oleh Polres Metro Depok, Minggu, 22 Februari 2026. (Beritasatu.com/Fahri Ali)

Depok, Beritasatu.com – Belasan remaja yang terlibat aksi tawuran di Kota Depok mengikuti program pesantren kilat yang digelar selama Ramadan oleh Polres Metro Depok.

Kegiatan berlangsung selama dua hari di lingkungan Polres Metro Depok. Para peserta mengikuti rangkaian aktivitas sejak dini hari hingga malam, dengan fokus pada pembinaan spiritual, sosial, dan psikologis.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan salat Subuh berjemaah dan zikir bersama. Selanjutnya, peserta menerima kultum bertema taubat dan komitmen perubahan yang menekankan pentingnya kesadaran diri serta tanggung jawab atas perbuatan.

ADVERTISEMENT

Selain pembinaan rohani, para remaja juga menjalani sesi konseling psikologis dari tim SDM Polres Depok. Konseling ini bertujuan menggali penyebab keterlibatan mereka dalam tawuran sekaligus membangun motivasi untuk berubah.

Memasuki hari kedua, kegiatan dimulai dengan sahur bersama, dilanjutkan salat Subuh berjemaah dan kultum dengan tema serupa. Para peserta juga mengikuti pembinaan fisik, bimbingan sosial, materi keagamaan, serta konseling lanjutan guna memperkuat pembentukan karakter.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras mengatakan program ini merupakan hasil evaluasi kepolisian bersama masyarakat yang menilai aksi tawuran pelajar masih sering terjadi.

“Peserta pesantren kilat ini adik-adik pelajar yang terindikasi mau tawuran dan hal lain yang negatif,” kata Abdul Waras, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan pesantren kilat bertepatan dengan bulan suci Ramadan agar pembinaan lebih menyentuh sisi keagamaan peserta.

Pembina pesantren kilat, Aiptu Mulyasari, berharap nilai-nilai spiritual yang ditanamkan dapat menjadi benteng agar para remaja tidak kembali terjerumus dalam tawuran maupun pergaulan negatif.

"Kita beri kegiatan-kegiatan positif yang nantinya bisa diterapkan di kehidupan masing-masing," tuturnya.

Salah satu peserta, Juan, mengaku kegiatan pesantren kilat memberikan pengalaman berkesan, terutama saat menjalani pembinaan disiplin dan kebersamaan.

"Seru banget sih. Paling berkesan saat bersih-bersih karena terasa kebersamaannya," kata Juan.

Program ini nantinya ditutup dengan penyerahan para remaja kepada orang tua masing-masing. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan pesantren kilat bukan pengganti proses hukum. Apabila terbukti melakukan tindak pidana, para pelaku tetap akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon