ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

355 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Sukabumi

Selasa, 3 Maret 2026 | 14:13 WIB
R
BW
Penulis: Riza | Editor: BW
Rumah rusak akibat pergerakan tanah di Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa 3 Maret 2026.
Rumah rusak akibat pergerakan tanah di Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa 3 Maret 2026. (Beritasatu.com/Riza)

Sukabumi, Beritasatu.com — Bencana pergerakan tanah melanda Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ratusan warga terpaksa mengungsi setelah kerusakan permukiman kian meluas dalam 3 hari terakhir.

Retakan besar tampak membelah dinding dan lantai rumah warga. Sejumlah bangunan bahkan sudah rata dengan tanah. Tidak hanya rumah tinggal, satu bangunan pesantren di wilayah tersebut dilaporkan hancur akibat pergeseran struktur tanah.

Yusuf (50), salah satu warga, mengaku sempat mendengar suara keras sebelum bangunan mulai ambruk. “Waktu kejadian, warga dengar ada suara ledakan keras sekali, seperti bom. Setelah itu bangunan mulai retak dan ambruk,” ujar Yusuf, Selasa (3/3/2026).

ADVERTISEMENT

Camat Bantargadung, Syarifudin Rahmat, menjelaskan pergerakan tanah sebenarnya sudah dirasakan sejak sepekan lalu. Namun, dalam 3 hari terakhir, dampaknya makin parah.

Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sekitar 25 unit rumah mengalami rusak berat, 65 rumah rusak sedang dan ringan, serta satu bangunan pesantren hancur total. “Kerusakan paling parah terjadi dalam 3 hari terakhir,” kata Syarifudin.

Hingga kini, sebanyak 112 keluarga atau sekitar 355 jiwa harus meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman. Sebagian mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya menempati tenda darurat yang disiapkan petugas.

Tim dari BPBD Kabupaten Sukabumi bersama unsur TNI-Polri dan relawan masih melakukan evakuasi serta pemantauan di lokasi. Warga diminta tidak kembali ke rumah, terutama saat hujan deras yang berpotensi memperparah pergerakan tanah.

“Kami mengimbau warga agar tetap waspada dan tetap di pengungsian sebelum kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh ahli atau petugas,” tegasnya.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini, petugas memprioritaskan distribusi logistik bagi para pengungsi serta pengamanan barang-barang milik warga yang masih tertinggal di area terdampak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon