Ungkapan Pilu Ayah Kapten Zulmi, TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
Kamis, 2 April 2026 | 11:49 WIB
Cimahi, Beritasatu.com – Iskandarudin sangat terpukul mendengar kabar putra kesayangannya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal dunia terkena serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Harapannya melihat masa depan cemerlang sang anak pupus.
Iskandarudin sangat berharap bisa melihat Kapten Zulmi yang lulus Akademi Militer (Akmil) pada 2015 menjadi seorang jenderal dan menduduki jabatan di kursi pimpinan TNI. Dia meyakini anaknya bisa mencapai level tertinggi.
"Sosoknya itu anak kebanggaan, masa depan yang saya bayangkan sangat cemerlang," kata Iskandarudin dengan suara terbata-bata saat ditemui di rumah duka, Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).
Kapten Zulmi merupakan Pasi Ops Grup 2 Kopassus yang dalam 1 tahun terakhir ditugaskan menjadi pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Dia tergabung dalam Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL sebagai bagian dari East Mobile Reserve (SEMR).
Zulmi tewas kena serangan Israel saa mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026). Dia merupakan satu dari tiga prajurit TNI yang tewas dalam misi perdamaian di Lebanon.
Ketika Zulmi mendapat tugas ke Lebanon di bawah naungan PBB, Iskandarudin sangat bangga karena hanya prajurit pilihan yang mendapatkan kesempatan itu. Keberhasilan tersebut semakin menguatkan keyakinan Iskandarudin terhadap karier Zulmi di TNI.
"Sejak dari Akmil, tugasnya selalu berhasil, di mata anggota dan rekannya dikenal sebagai orang baik. Saya selalu sampaikan kepada bawahan, jadilah pemimpin yang baik yang dikenal oleh anggota," ujarnya.
Namun, hal yang tak pernah dibayangkan oleh Iskandarudin terjadi pada Senin (30/3/2026). Zulmi dgugur akibat ledakan saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Dengan wajah penuh kesedihan, Iskandarudin memilih untuk ikhlas terhadap kepergian putra bungsunya.
"Saya hampir 40 tahun menjadi anggota TNI, yang belum pernah menduduki jabatan karena berasal dari golongan paling rendah. Generasinya, Alhamdulillah, saya mempunyai anak yang bisa membawa masa depan lebih baik dan menjadi kebanggaan, tetapi Allah berkehendak lain. Doakan anak saya syahid," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




