ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemancing Tenggelam di Sungai Lukulo Ternyata Anggota Pengawas TPS di Kebumen

Minggu, 24 November 2024 | 23:48 WIB
MY
BW
Penulis: Muharom Adi Yuliarta | Editor: BW
Tim SAR gabungan mencari warga yang tenggelam saat memancing ikan di Sungai Lukulo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu 24 November 2024.
Tim SAR gabungan mencari warga yang tenggelam saat memancing ikan di Sungai Lukulo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu 24 November 2024. (Beritasatu.com/Muharom Adi Yuliarta)

Kebumen, Beritasatu.com – Mugiyanto (33), warga RT 05/RW 01, Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang tenggelam saat memancing di Sungai Lukulo ternyata seorang petugas pengawas tempat pemungutan suara (PTPS).

Korban diketahui bertugas sebagai PTPS di TPS 003, Desa Clapat, Kecamatan Karanggayam, pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbu) Kebumen 2024. Korban tenggelam dan terseret derasnya aliran sungai di wilayah Desa Karangreja, Kecamatan Karanggayam akibat terpeleset pada saat memancing pada Minggu (24/11/2024) siang.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusiam dan Organisasi (Kordiv SDMO) Bawaslu Kabupaten Kebumen, Nurul Ikhwan saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan korban tenggelam tersebut merupakan anggota PTPS di Desa Clapar.

"Tadi ada informasi dari BPBD nama yang bersangkutan, terus kita minta ke temen-temen pengawas di tingkat kecamatan dan desa untuk verifikasi, dan ternyata betul anggota PTPS kita," jelas Nurul Ikhwan, Minggu malam.

ADVERTISEMENT

Pihaknya menggatakan, saat ini tengah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dalam proses pencarian korban.

"Ya kami dari Bawaslu Kabupaten Kebumen tentunya turut prihatin atas kejadian tersebut. Kami juga berharap korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.

Bawaslu Kebumen sudah berkoordinasi dengan pengawas Kecamatan Karanggayam dan Pengawas Desa Clapar untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadi termasuk untuk pelaksanaan pergantian antar-waktu (PAW) untuk PTPS di desa tersebut mengingat waktu pelaksanaan Pilbup serentak 2024 hanya tinggal tiga hari lagi.

"Kita tunggu kondisinya nanti kalau misal ketemu dan kondisinya sehat tentu tidak perlu PAW, namun jika kondisinya tidak memungkinkan ya kita sudah koordinasi dengan pengawas desa untuk dilakukan PAW mengingat waktu pelaksanaan pilkada sudah sangat mepet," pungkasnya.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon