Fokus pada Anak Keluarga Miskin, Sekolah Rakyat Dibangun di Solo
Minggu, 23 Maret 2025 | 17:53 WIB
Solo, Beritasatu.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pemerintah akan mendirikan Sekolah Rakyat di Kota Solo. Sekolah ini dirancang untuk menampung anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, terutama yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem dan miskin.
“Sekolah Rakyat akan dibangun di Kota Solo pada tahun ini untuk menampung anak-anak dari keluarga yang masuk Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jika Desil 1 dan 2 sudah tidak tersedia, maka akan diprioritaskan untuk Desil 2,” ujar Gus Ipul kepada awak media seusai menghadiri silaturahmi dan dialog Mensos serta Wamensos bersama keluarga penerima manfaat di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Minggu (23/3/2025).
Gus Ipul menambahkan, Wali Kota Solo Respati Ahmad Ardianto telah mengajukan lahan seluas 5.000 meter persegi untuk lokasi Sekolah Rakyat di Kota Solo.
“Mas wali sudah mengajukan lahan seluas 5.000 meter persegi. Insyaallah, mudah-mudahan salah satunya bisa dimulai tahun ini. Karena memang belum semua daerah di Indonesia bisa segera melaksanakan ini,” katanya.
Sekolah Rakyat, menurutnya, akan dibangun di berbagai wilayah kota dan kabupaten di Indonesia, sebagai bagian dari program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk memuliakan keluarga miskin dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.
“Sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden, tujuan utama dari program ini adalah mencetak agen perubahan melalui pendidikan berkualitas," jelasnya.
"Pendidikan yang berkualitas harus didukung dengan lingkungan yang juga berkualitas. Oleh karena itu, pilihannya adalah sekolah asrama dengan jenjang SD-SMP-SMA, dan sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah melalui APBN,” ujarnya.
Gus Ipul mengungkapkan, sekitar 60 Sekolah Rakyat siap dijadikan pilot project di seluruh Indonesia, terutama di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Saat ini, sekitar 53 hingga 60 sekolah telah siap, dengan kemungkinan bertambah sesuai kondisi di lapangan.
“Kira-kira sekarang sudah siap 53 hingga 60 sekolah, dan ini akan terus bertambah tergantung kondisi. Di Jawa hampir semua daerah, ada juga di Aceh, Lampung, Papua, dan Kalimantan. Program ini akan tersebar hampir merata di seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ahmad Ardianto mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso yang merupakan milik Kementerian Sosial sebagai lokasi untuk Sekolah Rakyat. Lokasi ini memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi.
“Lahan tersebut milik Kemensos. Kami mengajukan kepada Pak Mensos agar bisa dijadikan Sekolah Rakyat. Kota Solo memang terbatas lahan luasnya, namun kami ingin anak-anak di Solo juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk masuk ke sekolah ini. Sekolah ini sangat bagus konsepnya, karena menggabungkan pendidikan akademik dan juga pendidikan karakter,” tutup Wali Kota Solo Respati Ahmad Ardianto soal Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Solo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




