Tanggul Sungai Bremi Pekalongan Jebol, Ratusan Rumah Warga Kebanjiran
Rabu, 7 Januari 2026 | 13:25 WIB
Pekalongan, Beritasatu.com – Tanggul Sungai Bremi di Kota Pekalongan jebol pada Rabu (7/1/2026) pagi, menyebabkan banjir mendadak yang merendam wilayah Kelurahan Pabean dan Padukuhan Kraton. Peristiwa ini mengakibatkan 335 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Salah satu warga terdampak, Fakhrudin, mengungkapkan banjir datang sangat cepat dan menerjang rumahnya yang berada dekat dengan lokasi tanggul jebol. Derasnya arus air bahkan membuat pintu belakang rumahnya tidak mampu bertahan.
Ia mengatakan, ketinggian air di dalam rumahnya sempat mencapai 70 sentimeter hingga hampir satu meter pada pagi hari.
“Kalau sekarang sudah mendingan, tinggal di bawah lutut,” ujar Fakhrudin di rumahnya, Rabu (7/1/2026).
Menurut Fakhrudin, banjir terjadi tanpa didahului hujan, dan datang secara mendadak seperti banjir bandang.
“Mendadak, dan hitungannya bukan menit, tetapi detik. Cepat sekali kayak banjir bandang. Enggak hujan, enggak mendung, tetapi karena tanggul jebol airnya deras sekali,” jelasnya.
Dalam situasi darurat, Fakhrudin dan keluarganya hanya sempat menyelamatkan sebagian barang. Banyak perabot rumah tangga, termasuk kasur spring bed, hanyut terbawa arus.
Ia memperkirakan genangan banjir menjangkau area sekitar 500 meter, berdampak pada tujuh RT dalam satu RW, dengan jumlah warga terdampak lebih dari 500 orang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menyampaikan pihaknya langsung melakukan penanganan darurat bersama TNI, Polri, dan warga setempat dengan menutup tanggul jebol menggunakan karung pasir (sandbag).
“Pengungsi berdasarkan informasi dari kelurahan ada di dua tempat, di SD Pabean dan di kantor kelurahan. Dapur umum juga sudah disiapkan di kelurahan, dan stok logistik sudah kami kirim,” kata Budi.
Terkait kerusakan, Budi menyebutkan panjang tanggul yang jebol diperkirakan mencapai sekitar 35 meter dan membutuhkan penanganan cepat karena dampaknya langsung ke permukiman warga.
“Dampaknya langsung ke warga, tidak seperti kejadian sebelumnya. Jadi penanganannya harus lebih cepat,” ujarnya.
BPBD menargetkan perbaikan tanggul selesai maksimal tiga hari, meski kondisi lokasi cukup menyulitkan proses pengerjaan.
“Harusnya maksimal tiga hari. Karena warga banyak, kita tidak menunggu lama, langsung turun,” pungkasnya.
Hingga Rabu siang, petugas masih melakukan pendataan jumlah pengungsi dan kerugian warga, sembari terus memperkuat tanggul darurat untuk mencegah banjir susulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




