Banjir Kudus 1 Meter Rendam 35 Desa, Lansia Bertahan di Rumah
Rabu, 14 Januari 2026 | 19:38 WIB
Kudus, Beritasatu.com - Bencana banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus meluas. Hingga Rabu (14/1/2026) sore, genangan air dilaporkan merendam 35 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Salah satu wilayah dengan dampak terparah adalah Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, dengan ketinggian air di permukiman warga mencapai satu meter. Banjir dipicu oleh meluapnya sejumlah sungai besar di wilayah Kudus sejak Senin (12/1/2026) pagi.
Air secara perlahan masuk ke permukiman dan merendam rumah-rumah warga. Meski debit air terus meningkat, sebagian besar warga Desa Jetiskapuan masih memilih bertahan di kediamannya masing-masing.
Rukhin Priyanto, seorang warga lanjut usia, mengaku tetap bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang miliknya. Ia mengatakan air telah masuk ke dalam rumah setinggi sekitar 50 sentimeter, sedangkan di jalanan desa mencapai 80 hingga 100 sentimeter.
“Saya masih bertahan untuk mengamankan barang-barang. Kalau makin tinggi, baru anak dan istri saya ungsikan,” ujar Rukhin saat ditemui di lokasi, Rabu (14/1/2026).
Rukhin juga mengeluhkan belum adanya bantuan logistik yang diterima warga terdampak. Hingga saat ini, kebutuhan makan masih dipenuhi secara mandiri. “Sampai sekarang untuk makan masih seadanya, pakai logistik sendiri. Belum ada bantuan yang masuk ke sini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jetiskapuan, Sudirno, menyampaikan seluruh wilayah desanya terdampak banjir. Sedikitnya 18 RT di 5 RW terendam, dengan total warga terdampak mencapai sekitar 3.500 jiwa.
“Ketinggian air rata-rata antara 30 sampai 70 sentimeter, tetapi di beberapa lokasi mencapai satu meter. Sebagian besar warga masih enggan dievakuasi karena sudah terbiasa dengan banjir tahunan dan banyak rumah yang lantainya sudah ditinggikan,” jelas Sudirno.
Meski demikian, pemerintah desa tetap siaga dengan menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga jika kondisi memburuk.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, banjir kini telah mencakup 35 desa di tujuh kecamatan. Curah hujan tinggi di wilayah hulu membuat debit air sungai berpotensi terus bertambah.
BPBD mengimbau warga, khususnya lansia, anak-anak, dan ibu hamil, untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman sebelum akses evakuasi terhambat akibat naiknya ketinggian air.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




