Bencana di Pati: Ratusan Desa Terendam, Bupati Dicokok KPK
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Januari 2026 menjadi awal yang kelabu buat Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Banjir yang melanda sejak 11 hari terakhir masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Di tengah kondisi ini, pemimpin mereka Bupati Sudewo malah kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Saat ini Ribuan warga terdampak kini berada dalam kondisi yang semakin memprihatinkan, baik secara fisik maupun mental.
Selain kelelahan, sejumlah penyakit mulai bermunculan, sementara bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati belum sepenuhnya diterima oleh warga di wilayah terdampak.
Hasil pemantauan udara menunjukkan luapan Sungai Silunggonggo atau Sungai Juana masih menggenangi kawasan permukiman. Kecamatan Juwana menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Tercatat sedikitnya 13 desa di kecamatan tersebut masih terisolasi banjir, dengan ketinggian air berkisar antara 50 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter.
Genangan air yang berlangsung dalam waktu lama berdampak langsung terhadap kesehatan warga. Para pengungsi mulai mengeluhkan berbagai keluhan, seperti demam, sakit kepala, hingga penyakit kulit berupa gatal-gatal akibat kontak terus-menerus dengan air banjir yang kotor.

Salah satu warga Desa Bumirejo, Tanisih, mengaku mengalami kelelahan setelah lebih dari sepekan mengungsi meninggalkan rumahnya. Ia menyebutkan bahwa ketinggian air di rumahnya mencapai dada orang dewasa.
“Sejak Senin (19/1/2026) saya mengungsi. Sampai sekarang rumah masih terendam banjir setinggi dada. Sebagian barang hanyut, sebagian lagi berhasil diselamatkan. Harapannya air segera surut agar bisa kembali ke rumah,” ujar Tanisih.
Sekretaris Desa Bumirejo, Irfan, membenarkan kondisi tersebut. Hingga Rabu (21/1/2026), ia menyampaikan bahwa bantuan logistik dari pemerintah daerah belum juga masuk ke wilayah desanya.
“Pengungsi mulai mengeluhkan gatal-gatal dan beberapa penyakit lainnya. Untuk kebutuhan makanan siap saji masih dibantu oleh relawan, tetapi bantuan logistik pascabanjir masih sangat terbatas. Sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemkab Pati,” jelas Irfan.
Ia menambahkan, meskipun genangan air sempat berkurang sekitar lima sentimeter, kondisi banjir di permukiman warga masih cukup tinggi dan belum memungkinkan warga untuk kembali ke rumah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




