ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penumpang Bus di Terminal Kudus Telantar Berjam-jam karena One Way

Selasa, 24 Maret 2026 | 20:06 WIB
J
AD
Penulis: Jamaah | Editor: AD
Penumpang terlantar menunggu bus di Terminal Induk Jati Kudus, Jawa Tengah, Selasa 24 Maret 2026.
Penumpang terlantar menunggu bus di Terminal Induk Jati Kudus, Jawa Tengah, Selasa 24 Maret 2026. (Beritasatu.com/Jamaah)

Kudus, Beritasatu.com - Penerapan sistem one way nasional saat arus balik Lebaran 2026 berdampak pada operasional transportasi darat. Ratusan penumpang bus tujuan Jabodetabek terlantar berjam-jam di Terminal Induk Jati Kudus, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).

Penumpang yang mayoritas menuju Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tampak memenuhi area terminal sejak sore hingga malam hari. Mereka harus menunggu lama akibat keterlambatan kedatangan armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Keterlambatan ini terjadi karena bus dari arah barat ke timur tidak dapat melintas tol secara normal dan harus dialihkan melalui jalur Pantura yang memakan waktu perjalanan lebih lama.

ADVERTISEMENT

Salah satu penumpang, Bayu, pemudik asal Tuban, mengaku telah menunggu sejak pukul 17.30 WIB, tetapi hingga pukul 19.30 WIB bus tujuan Bogor yang ditumpanginya belum juga tiba.

“Dari setengah lima tadi mas. Belum tahu busnya datang jam berapa, kata agen busnya suruh nunggu saja dari tadi,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Kholis, penumpang tujuan Jakarta Timur. Ia mengaku sudah berada di terminal sejak pukul 16.30 WIB dan harus menunggu hingga hampir empat jam.

“Katanya dari agen bus ya suruh nunggu, mungkin masih dari terminal lain. Ya sengaja datang lebih cepat biar aman,” jelasnya.

Perwakilan agen bus PO Haryanto, Koko, menjelaskan bahwa penerapan one way memang berdampak signifikan terhadap jadwal perjalanan. Waktu tempuh yang biasanya hanya sekitar 6-7 jam melalui tol kini bisa mencapai hingga 12 jam karena harus melewati jalur Pantura.

Ia menyebut keterlambatan keberangkatan bisa mencapai 3 hingga 4 jam, bahkan lebih, terutama untuk armada yang melakukan perjalanan pulang-pergi (putar balik).

“Kalau imbas one way kebanyakan memang bus yang putar balik itu mas,” katanya.

Namun, pihak agen bus mengaku telah memberikan informasi kepada calon penumpang terkait potensi keterlambatan melalui pesan singkat.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, perusahaan otobus juga menambah jumlah armada. Dari yang biasanya hanya 10-12 bus per hari, kini meningkat menjadi sekitar 24 armada.

Pada puncak arus balik, diperkirakan sekitar 150 armada bus diberangkatkan dari Kudus dengan total penumpang mencapai 2.500 orang, mayoritas menuju wilayah Jabodetabek.

Terminal Induk Jati Kudus menjadi titik keberangkatan utama bagi penumpang dari wilayah Muria Raya, seperti Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan, sehingga lonjakan penumpang tidak terhindarkan pada periode arus balik Lebaran tahun ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Libur Panjang Usai, 99.557 Kendaraan Masuk Jabotabek Senin 1 Juni 2026

Libur Panjang Usai, 99.557 Kendaraan Masuk Jabotabek Senin 1 Juni 2026

JAKARTA
Arus Balik Padat, KCIC Tambah 6 Perjalanan Whoosh

Arus Balik Padat, KCIC Tambah 6 Perjalanan Whoosh

EKONOMI
Ombak Besar Ancam Pantai Sawarna, Wisatawan Dilarang Berenang

Ombak Besar Ancam Pantai Sawarna, Wisatawan Dilarang Berenang

BANTEN
Menhub: Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Arus Lebaran

Menhub: Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Arus Lebaran

NASIONAL
44.000 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta pada Arus Balik Libur Paskah

44.000 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta pada Arus Balik Libur Paskah

JAKARTA
Ratusan Pemudik dari Yogyakarta Ikuti Program Bareng-Bareng Mudik dan Arus Balik Pertamina

Ratusan Pemudik dari Yogyakarta Ikuti Program Bareng-Bareng Mudik dan Arus Balik Pertamina

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon