ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengenal Lomban Kupatan, Tradisi Syawal Khas Pesisir Jepara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:11 WIB
AI
RA
Penulis: Achmat Ikhsan | Editor: RP
Tradisi Lomban Syawalan khas masyarakat di Jepara.
Tradisi Lomban Syawalan khas masyarakat di Jepara. (Beritasatu.com/Achmat Ikhsan)

Jepara, Beritasatu.com – Tepat sepekan setelah Idulfitri, setiap tahunnya masyarakat di Jepara, Jawa Tengah, menyambut tradisi unik dan sarat makna, yakni Pesta Lomban atau Lomban Kupatan yang juga dikenal sebagai pesta Syawal khas Jepara.

Perayaan ini bukan sekadar pesta pascalebaran, tetapi juga menjadi ritual budaya dan keagamaan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat pesisir yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.

Puncak Pesta Lomban tahun ini ditandai dengan prosesi larung sesaji berupa kepala kerbau yang digelar pada Sabtu (28/3/2026). Prosesi dimulai dari tempat pelelangan Iikan (TPI) Ujungbatu, Jepara.

ADVERTISEMENT

Pantauan Beritasatu.com di lokasi, puluhan kapal nelayan yang dipenuhi warga dari berbagai kalangan turut mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau bule ke tengah laut. Tradisi ini menjadi momen yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan tahunan tersebut.

Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M Ibnu Hajar, jajaran Forkopimda Jepara, serta sejumlah anggota DPR dan DPRD Jawa Tengah terlihat ikut bergabung bersama masyarakat mengikuti prosesi larungan kepala kerbau.

Acara semakin meriah ketika miniatur kapal yang membawa kepala kerbau hendak diturunkan ke laut. Sejumlah warga sempat berusaha mendekat untuk memperebutkan kepala kerbau tersebut. Namun, aksi cepat petugas gabungan berhasil meredam situasi.

Saat miniatur kapal benar-benar dilarung ke laut, sebagian warga langsung menceburkan diri untuk berebut kepala kerbau yang diyakini membawa berkah. Witiarso Utomo mengatakan, prosesi larungan kepala kerbau merupakan bagian penting dari rangkaian Pesta Lomban yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat pesisir.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara lomban syawalan Jepara 2026 berjalan lancar. Prosesi ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur, doa, dan harapan agar laut tetap memberikan keberkahan, keselamatan, serta hasil yang melimpah bagi masyarakat Jepara, khususnya para nelayan,” jelas Witiarso. 

Ia menambahkan, tradisi ini sendiri telah berlangsung lebih dari satu abad dan menjadi kekayaan budaya yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta identitas masyarakat pesisir Jepara.

“Semoga kegiatan hari ini menjadi keberkahan bagi kita semua, khususnya masyarakat Jepara,” imbuhnya. 

Untuk Lebaran 2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana membuat perayaan lomban syawalan semakin menarik. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menghadirkan berbagai atraksi air di sepanjang kawasan TPI Ujungbatu bagi warga yang tidak ikut dalam prosesi larung. Selain itu, pemerintah daerah juga berencana kembali melibatkan kapal perang TNI Angkatan Laut untuk turut memeriahkan perayaan tradisi tersebut.

"Bule-bule asing juga akan kita ajak. Tradisi budaya khas Jepara ini juga layak diangkat agar lebih mendunia. Ini juga bagian komitmen kita nguri-nguri budaya tradisi Jepara," tandas Witiarso. 

Prosesi larungan ini menjadi salah satu rangkaian utama pesta lomban yang setiap tahun selalu menarik perhatian wisatawan dan menjadi daya tarik budaya unggulan di wilayah Kabupaten Jepara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon