Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat
Kamis, 9 April 2026 | 23:02 WIB
Demak, Beritasatu.com – Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mulai berangsur surut per Kamis (9/4/2026) sore. Meski demikian, dampak yang ditimbulkan masih cukup besar, dengan ribuan warga terdampak serta kerusakan infrastruktur di sejumlah lokasi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, sebanyak 525 kepala keluarga atau 1.948 jiwa terdampak banjir. Selain itu, 525 rumah terdampak, 15 tempat ibadah, dan 10 fasilitas pendidikan turut mengalami gangguan.
Banjir dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat signifikan. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah tanggul jebol dan memicu banjir limpasan di wilayah Kecamatan Guntur, termasuk Desa Trimulyo dan Sidoharjo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan kondisi banjir saat ini mulai terkendali, meskipun proses penanganan masih terus dilakukan.
“Sebagian wilayah sudah mulai surut, tetapi kami masih fokus pada penanganan tanggul jebol serta pembersihan sisa material banjir,” ujar Agus.
Ia menambahkan, upaya penanganan dilakukan secara terpadu bersama berbagai instansi. “Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan untuk mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tambahnya.
Selain permukiman, sektor pertanian juga terdampak dengan luas mencapai 384 hektare. Kerusakan juga terjadi pada satu titik jembatan atau jalan, serta terdapat satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, jumlah warga yang masih mengungsi tersisa 12 jiwa yang berada di Madrasah Diniyah Sindon.
Tim gabungan di lapangan terus melakukan berbagai langkah penanganan, antara lain penutupan tanggul menggunakan alat berat, pengoperasian pompa air untuk mengurangi genangan, serta distribusi bantuan logistik dan air bersih kepada warga terdampak.
BPBD Demak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




