Bengawan Solo Meluap, Sekolah di Klaten Terendam Banjir
Rabu, 15 April 2026 | 11:49 WIB
Klaten, Beritasatu.com - Luapan anak Sungai Bengawan Solo akibat hujan deras sejak Selasa (14/4/2026) malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Salah satu dampaknya, SD Negeri 1 Jetis di Kecamatan Juwiring, terendam banjir hingga kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dihentikan sementara.
Sekolah yang berada di bantaran Sungai Kaligawe tersebut terdampak langsung setelah debit air meningkat drastis. Air banjir menggenangi halaman sekolah hingga masuk ke ruang kelas dengan ketinggian mencapai 50 hingga 70 sentimeter.
Kondisi ini membuat seluruh ruang kelas tidak dapat digunakan untuk aktivitas belajar. Para siswa pun diliburkan sementara dan diminta untuk belajar dari rumah hingga situasi kembali normal.
Pihak sekolah telah berupaya menyelamatkan sejumlah aset penting, seperti buku pelajaran dan peralatan belajar, dengan memindahkannya ke tempat yang lebih aman.
Upaya mitigasi sebenarnya telah dilakukan dengan membangun tanggul sederhana di sekitar sekolah. Namun, kondisi geografis berupa jalan dan area persawahan yang lebih tinggi menyebabkan air dengan mudah masuk ke lingkungan sekolah saat hujan deras mengguyur.
Tidak hanya merendam fasilitas pendidikan, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Puluhan hektare tanaman padi yang siap panen dilaporkan ikut terendam, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna menyampaikan banjir juga menggenangi akses jalan penghubung antarwilayah, khususnya di kawasan Taji, Juwiring, menuju Kabupaten Sukoharjo.
“Untuk sementara ini, siswa belajar di rumah,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Rabu (15/4/2026).
BPBD Klaten mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Hal ini mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mengimbau kepada warga terjadinya banjir susulan, sebab intensitas hujan terlihat masih tinggi,” tandasnya.
Banjir yang melanda kawasan bantaran Bengawan Solo ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan infrastruktur pengendalian banjir, terutama di wilayah rawan genangan, guna meminimalkan dampak terhadap fasilitas publik dan aktivitas masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




