ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cuaca Ekstrem, BPBD Ngawi Pastikan 6 EWS Siaga Banjir Berfungsi

Jumat, 31 Oktober 2025 | 14:23 WIB
MF
HH
Penulis: Muhammad Miftakul Falakh | Editor: HP
BPBD Ngawi memastikan enam unit early warning system (EWS) di titik rawan banjir berfungsi normal.
BPBD Ngawi memastikan enam unit early warning system (EWS) di titik rawan banjir berfungsi normal. (Beritasatu.com/Muhammad Miftakul Falakh)

Ngawi, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi memastikan enam unit early warning system (EWS) atau alat peringatan dini banjir berfungsi normal. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Ngawi dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yudha Putra mengatakan seluruh alat EWS dalam kondisi aktif dan siap memberikan peringatan dini jika terjadi peningkatan debit air di titik-titik rawan banjir.

“Seluruh alat EWS yang terpasang saat ini dalam kondisi aktif dan siap memberikan peringatan dini apabila ada peningkatan debit air di lokasi pemasangan,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

ADVERTISEMENT

Enam unit EWS tersebut dipasang di sejumlah kawasan strategis. Dua unit berada di Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, dan Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, sedangkan empat unit lainnya tersebar di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun.

“Wilayah tersebut merupakan daerah paling rendah dan paling rawan banjir di Kabupaten Ngawi, sehingga pemasangan EWS difokuskan di sana,” jelas Prila.

EWS dirancang untuk memberikan peringatan otomatis saat tinggi muka air mencapai batas tertentu. Sirine akan berbunyi sesuai tiga tingkatan status, waspada, siaga, dan awas yang dikendalikan langsung dari pusat komando BPBD.

Selain memastikan fungsi alat berjalan optimal, BPBD juga memberikan pelatihan kebencanaan bagi warga di sekitar lokasi pemasangan agar memahami arti setiap sinyal peringatan dan langkah evakuasi yang tepat.

“Langkah ini penting agar warga dapat segera melakukan evakuasi apabila sistem memberikan sinyal peringatan dini,” tambahnya.

Prila menegaskan, seluruh perangkat EWS dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu. Namun, ia berharap sistem tersebut tidak perlu diaktifkan.

“Harapan kami, alat ini tetap berfungsi baik, tetapi jangan sampai digunakan. Artinya, semoga tidak ada bencana yang datang,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BMKG Tegaskan Fenomena Bediding Bukan Cuaca Ekstrem

BMKG Tegaskan Fenomena Bediding Bukan Cuaca Ekstrem

NASIONAL
PLN Rampungkan Tower Darurat, Pemulihan Listrik Sumut Dipercepat

PLN Rampungkan Tower Darurat, Pemulihan Listrik Sumut Dipercepat

NUSANTARA
Cuaca Ekstrem di Lebak: Longsor dan Banjir Kepung 15 Desa

Cuaca Ekstrem di Lebak: Longsor dan Banjir Kepung 15 Desa

BANTEN
Morowali hingga Palu Dilanda Banjir, BPBD Siaga Darurat

Morowali hingga Palu Dilanda Banjir, BPBD Siaga Darurat

NUSANTARA
Banjir Bungku Tengah Jadi Alarm Darurat Tata Ruang Morowali

Banjir Bungku Tengah Jadi Alarm Darurat Tata Ruang Morowali

NUSANTARA
Waspadai Cuaca Ekstrem, ASDP Bali Tambah Kapal Cegah Antrean Kendaraan

Waspadai Cuaca Ekstrem, ASDP Bali Tambah Kapal Cegah Antrean Kendaraan

BALI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon