BBM Makin Mahal, Ribuan Kapal Nelayan di Pati Mogok Melaut
Minggu, 3 Mei 2026 | 16:03 WIB
Pati, Beritasatu.com — Ribuan kapal nelayan berkapasitas di atas 30 gross tonnage (GT) di Pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terpaksa berhenti beroperasi akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mencapai Rp 30.000 per liter. Kondisi ini mengancam sektor perikanan setempat lumpuh dan ribuan nelayan kehilangan mata pencaharian.
Pantauan Beritasatu.com, Minggu (3/5/2026), kapal-kapal nelayan berjejer di sepanjang Sungai Juwana hingga kawasan Pelabuhan Juwana. Para nelayan mogo melaut karena sulit membeli BBM yang makin mahal.
Kenaikan harga BBM dinilai memberatkan pelaku usaha perikanan, yang sebelumnya sudah terbebani harga sekitar Rp 17.000 per liter.
Penghentian operasional kapal berdampak luas terhadap ekonomi pesisir. Puluhan ribu nelayan dan anak buah kapal (ABK) kehilangan penghasilan, sementara aktivitas di tempat pelelangan ikan (TPI) terpantau sepi tanpa pasokan tangkapan.
Sektor pengolahan ikan turut terdampak karena kekurangan bahan baku. Sejumlah pabrik terpaksa menghentikan kegiatan produksi.

Seorang nelayan, Agus Utomo mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat tidak bisa melaut.
"Kami tidak bisa melaut karena biaya operasional sangat tinggi. Sekarang jadi menganggur, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari dan bayar cicilan bank saja kesulitan," ujar Agus.
Pemilik kapal Mohammad Agung menyebut operasional kapal tidak memungkinkan dengan harga BBM yang mahal saat ini. Ia meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan harga agar aktivitas nelayan kembali berjalan.
"Dengan harga BBM Rp 30.000, kapal tidak bisa jalan. Idealnya di kisaran Rp 13.000 sampai Rp 15.000 per liter, baru nelayan bisa melaut lagi," jelas Agung.
Sebagai bentuk protes, nelayan dan pelaku industri perikanan di Juwana berencana menggelar aksi demonstrasi, pada Senin (4/5/2026). Diperkirakan melibatkan sekitar 10.000 massa.
Mereka menuntut pemerintah segera memberikan solusi konkret atau menurunkan harga BBM nonsubsidi guna menyelamatkan sektor perikanan nasional yang terancam lumpuh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




