ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cerita Ketua DPRD Kabupaten Kediri Marah Saat Didemo Mahasiswa

Kamis, 20 Juni 2024 | 00:33 WIB
AF
BW
Penulis: Anis Firmansah | Editor: BW
Bupati Kediri Dodi Purwanto saat menemui aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Kabupaten Kediri, Rabu 19 Juni 2024.
Bupati Kediri Dodi Purwanto saat menemui aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Kabupaten Kediri, Rabu 19 Juni 2024. (Beritasatu.com/Anis Firmansah)

Kediri, Beritasatu.com - Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Dodi Purwanto, mengamuk saat berdebat dengan salah seorang orator demonstrasi mahasiswa pada Rabu (19/6/2024). Hal itu dipicu karena mahasiswa dinilai menyinggung muruah partai politiknya.

"Njenengan menghina saya tidak apa-apa, asal jangan menghina muruah partai saya," ujar Dodi yang mengamuk dan emosi langsung meninggalkan lokasi demonstrasi.

Koordinator aksi, Shelfin Bima, menyesalkan kemarahan Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto yang juga politikus PDI Perjuangan itu.

Baca Juga: Laris Manis Saat Iduladha, Omzet Pedagang Bumbu Giling di Kediri Naik 4 Kali Lipat
"Hari ini PMII, HMI, dan KAMMI cabang Kediri ditolak hanya karena dalam satu alasan saat orasi dinilai menyinggung muruah dari partai. Padahal saya rasa dalam orasi yang kami lakukan tidak sama sekali secara eksplisit atau terang-terangan memberikan pernyataan yang isinya adalah menerangkan daripada partai ketua DPRD Kabupaten Kediri," tegas Bima.

ADVERTISEMENT

Dalam demo itu, sejumlah tuntutan dari mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII, HMI, dan KAMMI cabang Kediri ini ingin DPRD mendorong DPR menghentikan pembahasan revisi UU bermasalah seperti UU TNI, UU Polri, UU Penyiaran, dan UU Tapera.

Dalam aksinya, mahasiswa juga melakukan pembakaran ban sebagai wujud luapan kekekesalan penolakan tuntutan ini. Para mahasiswa juga menampilkan pertunjukan teatrikal sebagai bentuk pembungkaman kepada masyarakat sipil.

Bima menjelaskan, bersama ketiga organisasi pergerakan PMII, HMI, dan KAMMI melakukan telaah yang hasilnya UU mengancam merusak demokrasi dam kebebasan sipil.  

"Kami melakukan aksi masa dalam tujuan menuntut penolakan dan juga DPR untuk menghentikan pembahasan revisi UU TNI, Polri, Penyiaran, dan Tapera," pungkas Bima.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ledakan Bubuk Mesiu di Kediri, Tim Jibom Sterilkan Lokasi

Ledakan Bubuk Mesiu di Kediri, Tim Jibom Sterilkan Lokasi

JAWA TIMUR
Bandara Dhoho Kediri Prediksi Lonjakan Pemudik hingga 55 Persen

Bandara Dhoho Kediri Prediksi Lonjakan Pemudik hingga 55 Persen

JAWA TIMUR
Warisan Perang Jawa di Masjid Tua Kediri

Warisan Perang Jawa di Masjid Tua Kediri

JAWA TIMUR
Refleksi Perjuangan Tan Malaka, sang Bapak Republik

Refleksi Perjuangan Tan Malaka, sang Bapak Republik

NASIONAL
Pancing Wisatawan, Bupati Kediri Bakal Perbaiki 4 Destinasi Wisata

Pancing Wisatawan, Bupati Kediri Bakal Perbaiki 4 Destinasi Wisata

JAWA TENGAH
Bencana di Sumatera, Pesta Kembang Api di Kediri Ditiadakan

Bencana di Sumatera, Pesta Kembang Api di Kediri Ditiadakan

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon