Antusiasme Pendaki Sambut Pembukaan Jalur Pendakian Gunung Semeru setelah 5 Tahun Tutup
Selasa, 24 Desember 2024 | 20:16 WIB
Lumajang, Beritasatu.com - Setelah 5 tahun ditutup, jalur pendakian Gunung Semeru akhirnya resmi dibuka kembali oleh Kementerian Kehutanan dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Keputusan ini disambut dengan antusias oleh para pecinta alam, terutama pendaki gunung.
Suasana di pos perizinan pendakian Gunung Semeru di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, tampak ramai oleh kedatangan pendaki yang ingin menikmati keindahan alam Semeru.
Salah satu pendaki Hasbi, mengungkapkan kegembiraannya. Ia telah menanti momen ini sejak lama. Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup sejak 2019 karena pandemi Covid-19, ditambah bencana erupsi yang terjadi pada 2021 dan 2022.
Akibat erupsi tersebut, status Gunung Semeru sempat dinaikkan ke level III (siaga), sehingga diperlukan waktu untuk pemulihan lingkungan. Kini, status Semeru telah turun ke level II (waspada), memungkinkan pendakian dibuka kembali.
"Sudah lama menunggu momen ini. Lima tahun penutupan itu cukup lama. Buat pecinta hiking seperti saya, ini kabar baik. Mendaki Semeru adalah salah satu pengalaman hiking yang paling menyenangkan," ujar Hasbi pada Selasa (24/12/2024).
Hal serupa disampaikan Zidan, pendaki lainnya. Ia merasa sangat senang dan mengaku rindu dengan suasana Ranu Kumbolo, salah satu destinasi favorit di jalur pendakian Gunung Semeru.
"Senang sekali. Meskipun hanya boleh sampai Ranu Kumbolo, itu sudah lebih dari cukup," kata Zidan.
Sesuai prosedur, para pendaki yang ingin mendaki Gunung Semeru diwajibkan melakukan reservasi online melalui situs resmi BB TNBTS. Selain itu, mereka harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti menyerahkan surat keterangan sehat, kartu identitas, serta membawa perlengkapan pendakian yang sesuai standar.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan bahwa jalur pendakian Gunung Semeru kembali dibuka pada 23 Desember 2024. Namun, regulasi pendakian diterapkan dengan ketat. Pendakian hanya diizinkan hingga Ranu Kumbolo, sementara akses menuju puncak Mahameru masih ditutup karena status Gunung Semeru yang masih berada pada level II (waspada).
"Bagi teman-teman pecinta alam dan pendaki gunung, ini kabar gembira. Kepala balai sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, dan status Semeru kini memungkinkan pendakian hingga radius 3,5 kilometer dari puncak Mahameru. Namun, untuk keamanan, kami membatasi pendakian hanya sampai Ranu Kumbolo," kata Menhut Raja Antoni.
Ia juga menjelaskan, pembukaan pendakian ini dilakukan dengan mematuhi regulasi dan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pendakian dibatasi kuota 200 orang per hari untuk memastikan keselamatan dan pelestarian lingkungan.
BACA JUGA
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali pada Sabtu Pagi, Warga di Sekitar Aliran Sungai Diminta Waspada
"Kita batasi kuotanya maksimal 200 pendaki per hari, dan hanya sampai Ranu Kumbolo," tambahnya.
Antusiasme pendaki dan penerapan regulasi ketat diharapkan dapat menjadikan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Semeru sebagai langkah positif untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan wisata alam dan pelestarian lingkungan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




