Sekolah Rakyat di Jatim Diserbu Calon Siswa, Khofifah: Alhamdulillah
Selasa, 20 Mei 2025 | 15:08 WIB
Batu, Beritasatu.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersyukur, peminat Sekolah Rakyat di Jawa Timur membludak.
Khofifah menyatakan, kesiapan penuh dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat menjelang tahun ajaran baru 2025/2026.
Ia menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan kuota pendaftaran di beberapa daerah sudah melebihi kapasitas.
“Alhamdulillah sekarang sudah melebihi kuota baik di Batu dan Malang. Ada tiga rombongan belajar dan insya Allah ketika ini diluncurkan posisi sekolah ini siap,” kata Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Kota Batu, Senin (19/5/2025).
Menurutnya, proses pembentukan Sekolah Rakyat memerlukan waktu karena menyangkut penyisiran calon siswa serta pendekatan kepada orangtua agar memahami tujuan program ini.
Ia mengakui respons awal dari masyarakat cukup minim, tetapi terus ditingkatkan lewat sosialisasi intensif.
“Masih sedikit yang memberikan respon, tapi kita terus lakukan pertemuan agar mereka lebih memahami manfaat Sekolah Rakyat,” ungkapnya.
Untuk menunjang kenyamanan dan efektivitas belajar, Pemprov Jatim tengah menyelesaikan pembangunan dan renovasi infrastruktur. Proses penyediaan sarana dan prasarana masih berjalan secara bertahap.
“Renovasi dan persiapan gedung sekolah sedang dalam proses dan akan terus dilakukan,” ujarnya.
Khofifah juga mengapresiasi kunjungan Menteri Sosial ke calon lokasi Sekolah Rakyat, yang dinilai membantu orangtua dan calon siswa memahami gambaran nyata pembelajaran di sana.
“Sekarang mereka tahu anaknya sekolah di mana, seperti apa ruangannya, hingga metode belajar yang akan diterapkan,” jelasnya.
Meski jumlah siswa belum final, beberapa daerah seperti Kota Batu, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, hingga Surabaya dinyatakan siap melaksanakan pembelajaran. Ia juga menyebut, Unesa Surabaya mengalami lonjakan peminat dan sudah melebihi kapasitas.
“Penyisiran dan validasi terus kami lakukan. Di Surabaya, Unesa sudah overload. Ini menunjukkan antusiasme tinggi,” jelasnya.
Gubernur Khofifah memastikan koordinasi dengan kepala daerah terus berjalan, terutama terkait penyediaan lahan dan kesiapan gedung. Ia menegaskan, pelaksanaan Sekolah Rakyat adalah upaya bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Kalau lahannya sudah siap, pembelajaran bisa langsung dimulai. Ini kerja bareng semua pihak,” tutup Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait peminat Sekolah Rakyat yang membludak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




