ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jemaah Aboge di Probolinggo Baru Laksanakan Salat Iduladha Hari Ini

Minggu, 8 Juni 2025 | 16:05 WIB
Z
H
Penulis: Zulkiflie | Editor: HE
Jemaah Islam Aboge di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, baru melaksanakan salat Iduladha 1446 Hijriah pada Minggu, 8 Juni 2025.
Jemaah Islam Aboge di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, baru melaksanakan salat Iduladha 1446 Hijriah pada Minggu, 8 Juni 2025. (Beritasatu.com/Zulkiflie)

Probolinggo, Beritasatu.com – Sejumlah jemaah Islam Aboge di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, baru melaksanakan salat Iduladha 1446 Hijriah pada Minggu (8/6/2025), atau dua hari setelah penetapan resmi pemerintah yang menetapkan Iduladha jatuh pada Jumat (6/6/2025).

Pelaksanaan salat Iduladha oleh jemaah Aboge ini tersebar di tujuh desa pada empat kecamatan, termasuk di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Meskipun berbeda dari mayoritas umat Islam, ibadah ini berlangsung khusyuk dengan tetap menjaga tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh leluhur mereka.

Jemaah Islam Aboge menjalankan ibadah berdasarkan perhitungan kalender Islam yang dipadu dengan warisan budaya Jawa kuno, yakni kitab Mujarobat.

ADVERTISEMENT

Menurut Kiai Buri Bariyah, tokoh jemaah Aboge di Probolinggo, perhitungan Iduldha tahun ini mengacu pada siklus Ja-Pat-Ji, yakni bulan Zulhijah, hari keempat (papat), dan pasaran satu (siji), sehingga jatuh pada Minggu Manis.

“Kami berpegang pada kitab Mujarobat, dan ini sudah menjadi tradisi turun temurun,” ujar Kyai Buri Bariyah.

Istilah “Aboge” sendiri merupakan akronim dari "A" yang merujuk pada tahun Alif, dan "Boge" yang berasal dari Rabu Wage. Sistem perhitungan ini digunakan untuk menentukan hari-hari besar keagamaan seperti awal Ramadan dan Iduladha.

Seusai salat Iduladha, jemaah melanjutkan tradisi dengan bersalam-salaman dan menggelar selamatan. Makanan dibawa secara swadaya oleh warga dari rumah masing-masing sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini tidak dilakukan pemotongan hewan kurban karena tidak adanya sumbangan hewan kurban yang diterima.

Salah satu jemaah, Usman, mengatakan Islam Aboge adalah warisan leluhur yang terus mereka jaga. Bahkan, penentuan hari raya bisa dihitung jauh hari sebelumnya.

“Kalau Aboge, hari raya kurang satu tahun bahkan delapan tahun, sudah bisa ketemu hitungannya. Alhamdulillah meski ada perbedaan, tidak ada masalah dengan warga lainnya,” kata Usman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon